Aksi Bela Al-Quran, Umat Islam Bogor Kecam Swedia dan Belanda

oleh -591 views

BOGOR (Lead.co.id) – Merespon aksi pembakaran Al-Quran, Majelis Ukhuwah Bogor Raya bersama Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) menggelar aksi bela Al-Qur’an di kawasan Tugu Kujang, Kota Bogor, pada Jumat (27/1/2023).

Aksi tersebut sebagai protes atas pembakaran kitab suci Al-Qur’an yang dilakukan oleh pemimpin partai sayap kanan Denmark Stram, Rasmus Paludan di Swedia, pada Sabtu lalu (21/1).

Sebagian umat Islam yang tergabung di Majelis Ukhuwah Bogor Raya tampak datang dengan membawa spanduk dengan bertuliskan “Sanksi Tegas Swedia Belanda Pelindung Penista” serta “Hukum Tegas Penista Alquran”. Mereka juga membawa alat pengeras suara menggunakan mobil pickup.

Baca :  Belanda Umumkan Kompensasi bagi Anak-anak Pejuang Indonesia

Dalam aksinya Koordinator Majelis Ukhuwah Bogor Raya, Ustaz Wilyudin Abdul Rasyid Dhani mengutuk aksi pembakaran Al-Qur’an yang dilakukan oleh ekstremis Rasmus Paludan di luar Kedutaan Besar Turki di Stockholm, Swedia dan politikus sayap kanan Belanda dan pemimpin kelompok Islamofobia Pegida, Edwin Wagensveld yang merobek halaman-halaman Al-Qur’an di Den Haag.

Aksi pembakaran tersebut merupakan tindakan rasis yang melukai umat Islam di seluruh dunia, apalagi ini dilakukan dengan penjagaan dan legalisasi dari pihak berwenang di Swedia. Aksi pembakaran Al-Qur’an merupakan tindakan ekstrim, intoleran, radikal dan bentuk nyata dari Islamofobia

Baca :  Presiden Jokowi dan PM Belanda Bahas Peningkatan Kerja Sama Vokasi

“Kami menyayangkan, sikap anti Islam tersebut muncul setelah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara resmi menetapkan tentang Anti Islamofobia. Karena itu, kami mendesak PBB agar komitmen dengan ketetapannya dan segera memberi sanksi tegas kepada pelaku penista agama dan negara yang melindunginya,” katanya.

Dia juga meminta pemerintah Indonesia untuk bisa memberikan tindakan yang lebih konkret dengan memanggil Duta Besar Swedia dan Belanda di Indonesia dan memberikan teguran keras, bahkan jika diperlukan agar dubes tersebut diusir dari Indonesia agar menjadi pelajaran sehingga kejadian ini tidak terulang di kemudian hari.

Baca :  Wapres Tanggapi Permintaan Maaf Belanda

Dirinya juga menyerukan kepada dunia Islam untuk memboikot produk Belanda dan Swedia agar mereka jera dan tidak sewenang-wenang melakukan penistaan agama dan mengajak umat Islam di seluruh dunia dan Indonesia khususnya untuk merapatkan barisan dan bersatu menolak segala bentuk Islamofobia.

“Kami juga berharap agar DPR dan Pemerintah Indonesia segara membuat Undang-undang anti Penistaan Agama,” ungkapnya.