Site icon LEAD.co.id

Aksi Protes di Iran, Dubes Inggris Ditangkap

Mahasiswa, Iran, Protes, Unjuk Rasa

Mahasiswa Iran saat aksi Protes terkait jatuhnya pesawat sipil milik Ukraina

LEAD.co.id | Jatuhnya pesawat Ukraina akibat serangan roket militer Iran, memicu gelombang protes ratusan pengunjuk rasa. Mereka mengecam pasukan Garda Revolusi Iran dan menuntut pemimpin tertinggi Iran, mundur.

Unjuk rasa terpusat di dua Universitas, sebagai bentuk kemarahan terhadap pejabat setempat karena telah menembak jatuh sebuah pesawat sipil milik maskapai Ukraina.

Mereka meneriakkan tuntutan agar pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei mundur. Mereka juga mengecam pasukan elit Iran, Garda Revolusi Iran (IRGC), seperti dilansir Tompo, Sabtu (12/1) dari Daily Mail, 11 Januari 2020.

Sementara, kantor berita Fars menyebutkan polisi telah membubarkan pengunjuk rasa dengan tembakan gas air mata.

Dubes Inggris Ditangkap Otoritas Iran

Bersamaan aksi protes tersebut, Duta besar Inggris untuk Iran, Rob Macaire ditangkap saat berada di tengah unjuk rasa anti pemerintah Iran di depan Universitas Amir Kabir, Teheran, Sabtu malam (11/1/2020).

Otoritas Iran menuding Dubes Inggris tersebut melakukan provokasi kepada pengunjuk rasa. Namun, pihak Inggris menganggap penangkapan Macaire merupakan bentuk pelanggaran hukum internasional.

“Penangkapan Duta besar kami di Teheran tanpa alasan atau penjelasan merupakan pelanggaran hukum internasional secara mencolok,” kata Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab.

Aksi protest juga mendapat tanggapan dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump melalui akun Twitter.

“Untuk orang-orang Iran yang berani dan menderita: Saya berdiri bersama kalian sejak awal kepemimpinan saya dan pemerintah saya akan terus berdiri bersama kalian,” kata Trump. (Red)

Exit mobile version