LEAD.co.id | Sebanyak 8 (delapan) orang demonstran dilaporkan tewas dalam bentrokan di kota Najaf, Iraq, Rabu (5/2/2020). Hal ini terjadi setelah pendukung Ulama Baghdad, Moqtada al-Sadr menyerbu basis protes anti-pemerintah.
Sumber dari tim medis dan pihak keamanan mengungkapkan, setidaknya 20 demonstran lainnya terluka dalam kekerasan itu, namun belum ada rincian lebih lanjut.
Para pendukung Sadr, yang dikenal sebagai topi biru disebut telah menyisir daerah yang diduduki para demonstran anti-pemerintah, untuk menghentikan aksi mereka.
Pertempuran pecah antara kedua kelompok, topi biru melemparkan bensin ke tenda-tenda demonstran, tak lama kemudian tembakan terdengar, melukai dan menewaskan delapan orang, kata sumber Reuters.
Perdana Menteri Irak baru, Mohammad Allawi mengutuk kekerasan itu dan meminta pada para petugas pemerintah untuk “melindungi para pengunjuk rasa”. (Red)

