Analisa Episode Rigen dan Frimawan (Vindes) Topik Parenting

oleh -858 views

Vincent Rompies dan Deddy Mahendra Desta baru saja meresmikan perusahaan industri kreatifnya bernama Vindes. Vindes merupakan sebuah wadah yang dikhususkan untuk anak muda agar bisa mengekpresikan diri mereka dalam industri kreatif melalui sebuah karya, seni, dan musik.

Direktur Utama Vindes mengatakan, “pada awalnya kami membuat konten hanya untuk iseng-iseng yang bersenang senang. Namun seiring berjalannya waktu, respon masyarakat begitu positif yang membuat kami ingin terus berkarya dan bermanfaat untuk orang banyak sehingga menghasilkan sebuah beberapa program yang terdapat di channel YouTube Vindes”.

Pada Program “Namanya Juga Orang”, yang merupakan program baru di Vindes berisikan obrolan ngalor-ngidul tentang ini dan itu semua, oleh duo Stand Up Comedian yaitu Indra Frimawan dan Rigen Rakelna. Program ini tayang perdana pada tanggal 27 Febuari 2022 dengan judul “Ada Orang Ujan? Ada Orang Kamis? Bukan Orang!”.

Stand up comedy atau lawakan tunggal didefinisikan sebagai pertunjukkan komedi modern. Orang yang bertugas menunjukkan komedinya disebut sebagai komika atau komedian. Dalam dunia stand up comedy, komika akan tampil di hadapan para penontonnya secara langsung. Selain itu, beberapa di antaranya juga ada yang didokumentasikan lewat video untuk ditonton pada lain waktu.

Saat ini, terdapat banyak media yang menyiarkan aksi stand up comedy lewat akun Youtube. Tayangan bisa meliputi stand up record atau siaran langsung. Masih berhubungan dengan komika, mereka yang tampil dan menunjukkan komedi disebut sedang open mic. Hal ini berlaku mulai dari komika yang berkomedi di tingkat amatir sampai ranah professional (1).

Rigen Rakelna seorang komika yang lahir di Surabaya pada 19 November 1991 yang sudah menginjak umur 31 tahun, Rigen Rakelna atau sering disebut dengan Rigen adalah seorang pelawak tunggal dan aktor. Rigen merupakan juara Stand Up Comedy Indonesia yang disiarkan pada televisi Kompas TV musim ke-5 (SUCI 5) pada tahun 2015. Rigen telah menikah pada tahun 2019 dan dikaruniai 2 anak, selayaknya orang bima pada umumnya Rigen dididik keras untuk berjudi serta menggemari pacuan kuda yang mejadi tradisi di Sumbawa.

Baca :  Rasya, Youtuber Cilik Asal Kota Bogor dengan Konten Menantang

Indra Frimawan seorang komika Stand Up Comedy Indonesia, lahir pada 13 Mei 1991 di Jakarta dengan umur sekarang menginjak 31 tahun. Indra Frimawan adalah seorang komika yang berhasil menginjak ke grand final SUCI 5 dengan juara ke 3. Status Indra Frimawan adalah masih lajang atau belum menikah.

Awal mula topik yang dibahas yaitu pembahasan tentang permasalahan yang dimiliki oleh Rigen dan Indra Frimawan adalah yang pertama Rigen memiliki ketakutan akan tumbuh kembang anak yang dimilikinya dengan pola asuh yang salah. Seperti yang kita ketahui Rigen adalah seorang komika yang cukup berhasil di bidang industri hiburan.

Rigen memliki seorang anak dengan umurnya yang sekarang menginjak 30 tahun. Ia merasa takut akan pola asuh yang dia berikan salah, dia merasa bingung harus mengambil langkah atau cara yang mana antara dia harus melakukan cara pola asuh untuk anaknya dengan cara pola asuh orang tua Rigen yang sebelumnya atau justru dia harus menggunakan cara pola asuh dia tersendiri.

Rigen cemas akan tumbuh kembang anaknya itu dia merasa anaknya berbeda zaman dengan yang Rigen rasakan dulu dengan pendidikan orang tua yang keras dan bisa membuat Rigen bisa jauh lebih kuat dalam segi mental. Ketakutan Indra Frimawan adalah, ia merasa takut akan tumbuh kembang anaknya nanti saat ia menikah.

Indra Frimawan adalah seorang yang introvert, dia tidak senang dengan keramaian. Namun ia memikirkan bagaimana nanti jika dia dikaruniai seorang anak harus merasakan kesepian dan rasa yang sama dengan apa yang dia rasakan saat ini dengan pola asuh dari orang tuanya yang bisa dianggap jauh lebih berkecukupan dalam segi ekonomi.

Baca :  Pelatihan Youtuber Sasar Santri Sukabumi dan Cianjur

Teori parenting memiliki kata dasar parent, artinya orang tua yang bisa disebut juga dengan pola asuh yang erat hubungannnya dengan keluarga. Parenting dalam bahasa Indonesia belum ada kata yang tepat untuk aktifitas orang tua. Parenting ialah upaya pendidikan yang berbentuk kegiatan belajar yang dilakukan keluarga yang berarti proses, perbuatan dan cara pengasuhan.

Parenting merupakan aktifitas memberikan makan (nourishing), memberikan petunjuk (guiding), berupa melindungi (protecting) anak-anak ketika bertumbuh dan berkembang sebagai suatu upaya interaksi berkelanjutan antara orang tua dengan anak-anak (2).

Dalam Jurnal “Pentingnya Peran Orang Tua Dalam Pendidikan Karakter Anak Usia Sekolah Dasar” menggambarkan bahwa keberadaan orang tua bersama anak ketika tidak bekerja lebih banyak berada di luar rumah daripada di rumah, frekuensi pertemuan orang tua dengan anak ketika hari libur kerja lebih sedikit, orang tua lebih banyak tidak bersama anak ketika anak belajar, dan orang tua lebih banyak diam ketika anak sedang ada masalah. Peran oran tua sangatlah penting bagi sang anak. Secara garis besar hasil penelitian ini menjunjukan bahwa keberfungsian keluarga pada tempat penelitian ini rendah (3).

Menurut Ahli, Ahmad Subandi dan Salma Fadhlullah mengemukakan bahwa orangtua juga mempunyai peran yang sangat penting dan kewajiban yang lebih besar terhadap pendidikan anak, bahkan nasib seorang anak itu sampai batas tertentu berada pada tangan kedua orang tuanya, hal ini terkait tingkat pendidikan, sejauh mana mereka memberikan perhatian dan mendidik dan mengajarkan anak anaknya.

Masa anak usia dini merupakan masa yang menuntut perhatian ekstra karena masa ini merupakan masa yang cepat dan mudah dilihat serta diukur. Masa ini sering disebut dengan istilah “The Golden Age”, yakni masa keemasan di mana masa segala kelebihan dan keistimewaan yang dimiliki masa ini tidak akan terulang untuk kedua kalinya. Itulah masa ini sering disebut sebagai masa penentu bagi kehidupan selanjutnya (4).

Baca :  Pemanfaatan YouTube Sebagai Media Pertukaran Budaya oleh Jerome Poline

Sejak usia dini, banyak orang tua sudah memberikan gadget kepada anaknya. Jika orang tua menggunakan perangkat elektronik sebagai alternatif, anak-anak dapat diam saat mereka mulai rewel karena telah dibiasakan dengan perangkat tersebut oleh orang tua mereka, yang merupakan strategi pengasuh yang tidak tepat.

Baumrind (dalam Papalia, 2004) mengatakan, pola asuh adalah cara orang tua membesarkan anak dengan memenuhi kebutuhan anak, memberikan perlindungan, mendidik anak, dan memengaruhi tingkah laku anak dalam kehidupan sehari-hari. Alat tersebut membuat sang anak ketagihan. Orang tua tidak sepatutnya melakukan hal ini.

Dalam era teknologi saat ini, orang tua memiliki tanggung jawab untuk mempersiapkan anak-anak mereka untuk beradaptasi dengan dunia modern. Sebagai pendidik pertama dan terutama, orang tua harus terus berupaya untuk introspeksi dan introspeksi diri (5).

Dalam hal ini, perusahaan Vindes didirikan oleh Vincent Rompies dan Deddy Mahendra Desta untuk memberikan inspirasi dan wadah bagi anak muda untuk mengekspresikan diri melalui industri kreatif.

Selain itu, program “Namanya Juga Orang” di YouTube Vindes menunjukkan bahwa Indra Frimawan dan Rigen Rakelna, yang berperan sebagai komika, dapat membawa hiburan dan diskusi ringan. Problem pola asuh Rigen Rakelna dan Indra Frimawan menunjukkan betapa pentingnya peran orang tua dalam mendidik dan membimbing anak-anak mereka untuk memiliki masa depan yang baik.

Penulis: Daniel Fernando, Eriansyah Erangga, Dendi Kurnia Ramadhan