Andalan Sukses Kembangkan Usaha Kaki Lima

oleh -853 views

BOGOR (Lead.co.id) – Andalan atau yang disingkat Anak Dalam Negeri, telah sukses mengembangkan usaha pedagang kaki lima yang tersebar di 23 titik ayam potong dan 18 gerobak Es Krim, Cilor dan Sempol.

Usaha dengan tagline Menolak Miskin atau Wajib Rajin besutan warga komplek kehutanan, Kelurahan Bondongan, Kecamatan Bogor Selatan itu kini telah memiliki lebih dari 80 orang karyawan.

Usahanya dirintis kembali setelah Dadan Senjaya usia 36 tahun, bangkit dari keterpurukan ketika bencana nasional Covid 19 di tahun 2019 hingga tahun 2022.

Baca :  Ribuan UMKM di Pamekasan Bakal Terima Banpres Produktif

Kalau basic usaha saya sejak kecil di usia 14 tahun itu, saya ikut saya paman belajar usaha sablon, kata kang DS sapaan akrabnya,

Usaha yang digelutinya ini, mulai dari penyewaan gerobak, jualan makanan ringan, es krim nong nong, jual ayam potong, dengan terus menggeluti bisnisnya ini, DS terus mengembangkan usahanya hingga ke properti.

Harga ayam potong kisaran Rp. 33.000 lebih murah, ada juga jajanan es krim Rp. 3000, otak-otak, Sempol dan cilor masih banyak juga, dan untuk sewa gerobak hanya Rp. 20.000,” kata dia.

Baca :  Gandeng YDAI, KPPN Tipe A1 Bogor Tingkatkan Pelayanan Inklusif Ramah Kelompok Rentan

DA sendiri, lahir di jalanan bahkan sempat menjadi Ketua XTC salah satu komunitas motor di Bogor. Tercetus membuka usaha hingga mempunyai karyawan. DS sendiri sempat berpikir dan introperksi diri, hingga mulai merintis kembali usahanya hingga saat ini.

Waktu itu, saya merenung, introperksi diri ngaji diri, secara perlahan-lahan mulai merintis kembali dan terus mengembangkan usahanya, pada intinya sie saya mencintai negeri ini, dan membantu pengangguran di Kota Bogor, papar dia.

Selain itu, gerobak andalan ini juga mengutamakan kebersihan dan kenyamanan pelanggan. Dengan gerobak yang bersih dan tertata rapi, serta pelayanan yang ramah, pengunjung merasa seperti di rumah sendiri saat menikmati hidangan di sini.

Baca :  UMKM Ingin Naik Kelas, Dr Kun: Harus Bisa Bedakan Manajer dan Leader

Tentunya, usaha gerobak ini juga berkontribusi pada ekonomi lokal dengan memberikan pekerjaan kepada penduduk setempat. Ini adalah contoh nyata bagaimana kuliner lokal dapat menjadi motor penggerak ekonomi suatu daerah.

Sesuai dengan tagline, wajib rajin menolak miskin, Andalan karya anak negeri,” pungkas dia.