Pamekasan, (LEAD.co.id) – Anggota Komisi VIII DPR RI, Hj. Ansari, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya terhadap keberadaan Perguruan Seni Bela Diri Pencak Silat (PS) Cobra yang telah berdiri sejak 1977 di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur.
Hal tersebut disampaikan Ansari saat memberikan orasi kebangsaan dalam acara Pelantikan dan Apel Kebangsaan 2026 Pengurus Pusat PS Cobra periode 2026–2031 yang digelar di halaman Monumen Arek Lancor, Pamekasan, Minggu (15/2/2026).
”Saya cukup berbangga karena Cobra ini, menurut referensi yang saya baca berdirinya pada tahun 1977 di Pamekasan. Kita sebagai anak Madura, khususnya Pamekasan, tentu sangat bangga karena organisasi ini lahir dari bumi Madura,” ujar Ansari.
Politisi Fraksi PDI Perjuangan dari Daerah Pemilihan Jawa Timur XI Madura itu juga mengapresiasi kiprah PS Cobra yang didirikan oleh Arif Budiman dan dinilai berhasil berkembang pesat hingga melampaui Pulau Madura.
Saat ini, PS Cobra telah memiliki jaringan di sejumlah daerah di Indonesia, seperti Kalimantan, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Ansari menilai pemilihan Monumen Arek Lancor sebagai lokasi kegiatan memiliki makna historis yang kuat.
Menurutnya, simbol “arek” yang berarti sabit dan “lancor” yang bermakna tombak merepresentasikan ketegasan serta semangat juang para syuhada dalam melawan penjajahan.
Namun demikian, Ansari mengingatkan bahwa tantangan perjuangan pada masa kini telah berubah seiring perkembangan zaman.
“Sekarang kita tidak lagi berjuang dengan pedang. Kita berperang dengan pendidikan dan memperkuat mental menghadapi globalisasi. Karena yang diserang saat ini adalah karakter kita,” tegasnya.
Ia menekankan pentingnya penguatan karakter bagi generasi muda, khususnya anggota PS Cobra, sebagai bekal dalam menyongsong Generasi Emas Indonesia 2045.
Menurutnya, kemampuan fisik harus berjalan beriringan dengan ketangguhan mental dan moral.Dalam kesempatan itu, Ansari juga menitipkan pesan agar tradisi pencak silat tetap dijaga sebagai identitas budaya bangsa sekaligus sarana mempererat persaudaraan.
“Jurus bukan untuk menantang, tetapi untuk membela diri dan membantu yang lemah. Junjung tinggi sportivitas dan tunjukkan kepada dunia bahwa silat adalah budaya adiluhur yang disegani,” katanya.
Ia berharap pelantikan pengurus ini dapat menjadi momentum lahirnya pendekar-pendekar yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga luhur dalam akhlak.
“Jadilah pendekar yang kuat tanpa menyakiti, berani tanpa sombong, tegas tanpa kasar dan bersaudara tanpa batas,” tutup Ansari.
Sementara itu, Ketua Umum Pusat PS Cobra, Mohammad Simbang, berharap kepengurusan yang baru dapat membawa organisasi menjadi semakin solid, profesional, berintegritas, dan akuntabel.
Ia juga mendorong seluruh anggota PS Cobra untuk terus meningkatkan kualitas diri, baik melalui pendidikan akademik maupun non-akademik.
“Terutama tingkatkan keahlian-keahlian yang menjadi potensi diri masing-masing,” pungkas Simbang.





