Banyak Calo Berseragam, Pemnas Geruduk Kantor Dinas PUPR

0

LEAD.co.id | Pemuda Nasional (Pemnas) menggelar Aksi Demostrasi mendesak Polres dan Kejaksaan untuk memeriksa Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Yani Hasan terkait dugaan mark-up APBD tahun 2017.

Aksi yang dilakukan puluhan Pemuda Nasional ini dilakukan di depan Kantor PUPR dengan melakukan orasi dan membakar ban mobil, Jalan Tegar Beriman, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis (07/02/2019).

Sekjen Pemnas sekaligus Koordinator Aksi Sandi Ilham menjelaskan kepada awak media, “Yang pertama kita demo hari Rabu Minggu kemarin sekarang demo yang kedua itu tuntutannya tetap sama bahwa di PUPR terkait APBD 2017 ada kelebihan bayar, dalam dalihnya ada kelebihan bayar, tapi dalih itu bila kita tafsirkan dengan kata lain itu adalah Mark up, Mark up di tafsirkan bahasa lain berarti korupsi,” jelasnya.

Baca :  Kang Nu'man: Saba Dulur, Saba Batur, Saba Lembur

Sandi menegaskan apapun alasannya yang namanya kelebihan bayar delik hukum tidak akan bisa hangus walaupun kelebihan bayar itu di kembalikan, “karena ada unsur ‘mens rea’ itu adalah unsur niatan mengambil, itu sudah masuk delik hukum,” tegas Sandi

Diapun menambahkan, “Dalam APBD 2017 ada hasil audit yang kita dapatkan program pertama itu 17 Miliar lebih, program kedua 21 Miliar, yang ketiga 1,7 Miliar, yang jadi pertanyaan apakah masuk rekening pribadi atau masuk pada rekening pilkada karena sensasi 2018 sudah mencuat di 2017, jadi ada praduga saya bahwa korupsi ini ada sangkut pautnya unsur pilkada 2018,” terangnya.

Baca :  Anniversary Ke 3 MPB, Diisi Raker dan Talkshow Atraktif

“Kita meminta kepada Polres Bogor dan Kejaksaan Negeri Bogor segera memeriksa Yani Hasan dan juga Kabid-Kabid termasuk Kasi karena kita tau di dalam ini banyak calo-calo berseragam tidak heran dan tidak aneh bila kita menemukan hal seperti itu,” paparnya

“Diakui atau tidak berkas sudah kita masukan ke Kejati cuma mungkin belum ada pemanggilan, untuk Kepala Dinas PUPR bukan merespon tapi harus menyerahkan diri bahwa ‘saya bersalah, bertaubat nasuha, takbir dan baca shadad lagi,” pungkasnya.

Kepala dinas PUPR saat ingin di Konfirmasi oleh awak media sedang ada tugas di luar Kota, “saya gak bisa kasih keterangan, itu tufoksinya berbeda, tunggu pak Kadis saja hari Senin,” ungkap Ajudan Kadis PUPR Dedi saat ditemui. (AP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here