Site icon LEAD.co.id

BBM Campur Solar: Mesin Rusak, Kepercayaan Publik Nyaris Mogok

Jakarta – PT Pertamina Patra Niaga bergerak cepat menanggapi insiden tercampurnya bahan bakar jenis Pertalite dengan Solar di SPBU 34.116.12, Kembangan, Jakarta Barat. SPBU yang berstatus swasta itu langsung dikenai sanksi penutupan sementara untuk investigasi menyeluruh.

Peristiwa ini terjadi pada awal Agustus dan menyebabkan sejumlah kendaraan konsumen mengalami kerusakan. Pertamina menegaskan bahwa tindakan tegas diberikan sebagai bagian dari upaya menjaga standar kualitas dan keamanan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di seluruh wilayah operasional.

“Respons cepat Pertamina sangat layak diapresiasi. Penutupan SPBU, kompensasi bagi konsumen, serta janji pembenahan sistem menunjukkan bahwa perusahaan tidak main-main dengan integritas layanan,” ujar Romadhon Jasn, Direktur Gagas Nusantara, dalam pernyataannya kepada redaksi, Rabu (6/8).

Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat, Susanto August Satria, menyatakan bahwa pihaknya tidak mentoleransi kejadian tersebut. Selain investigasi, SPBU terkait juga telah menyelesaikan proses kompensasi bagi konsumen terdampak. Menurut Satria, kejadian ini menjadi momentum penguatan pengawasan terhadap seluruh mitra SPBU.

Romadhon menilai, peristiwa ini menjadi alarm bagi pentingnya pengawasan menyeluruh, terutama pada SPBU swasta yang mengelola distribusi BBM di tingkat lokal. “Distribusi energi bukan hanya urusan teknis, tetapi menyangkut kepercayaan publik. Perlu ada peningkatan kapasitas petugas dan kontrol kualitas berbasis teknologi di seluruh SPBU,” katanya.

Pertamina juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas kejadian ini. Perusahaan menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat sistem kontrol mutu dan meningkatkan kompetensi mitra SPBU. Peningkatan ini termasuk digitalisasi sistem pemantauan hingga pelatihan teknis bagi operator SPBU.

Kejadian di Kembangan bukanlah yang pertama, namun langkah korektif yang cepat memberi sinyal bahwa tata kelola distribusi BBM sedang dibenahi. Pertamina juga membuka ruang pelaporan masyarakat sebagai bagian dari mekanisme pengawasan partisipatif.

“Kami mendukung penuh langkah Pertamina dalam menindak tegas SPBU bermasalah. Ini menunjukkan keberpihakan pada konsumen dan semangat perbaikan terus-menerus. Ke depan, kami mendorong adanya transparansi hasil investigasi agar kasus seperti ini tak lagi terulang,” pungkas Romadhon.

Exit mobile version