LEAD.co.id | Menjadi petani kerap kali dianggap pekerjaan remeh. Stigma masyarakat terhadap petani juga masih kerap dipandang sebelah mata. Anggapan petani merupakan pekerja fisik dan bermandikan lumpur, dan tidak sedikit yang masih menilai seorang petani miskin, tradisional bahkan dicap orang desa.
Namun, stigma petani yang kerap dipandang sebelah mata rupanya menjadi sinyal kuat bagi Pemerintah Desa (Pemdes) Tambung, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur untuk menjadikan warganya yang berprofesi sebagai petani lebih berdaya yang memiliki kecerdasan yang lebih mumpuni di bidang pertanian.
Sinyal kuat tersebut diwujudkan dalam kegiatan penyuluhan pertanian yang dilaksanakan di Aula Pemdes Tambung setempat pada, Selasa, (13/10/2020) lalu.
Penyuluhan pertanian yang mengusung tema “Cerdas Bertani; Bertani sesuai dengan teknik penanaman padi” itu dilaksanakan sebagai bentuk gerakan pemdes Tambung untuk mengedukasi masyarakatnya yang notabene adalah bermatapencaharian sebagai petani.
“Dari kegiatan ini diharapkan petani di Desa Tambung tidak sekedar bertani, tapi bertani sesuai dengan ilmunya, sebab kondisi alam sekarang sudah tidak sama seperti keadaan yang lalu,” kata Sekdes Tambung, Imron Maulana, Minggu (18/10/2020).
Dengan ini, kata Imron Maulana, Pemdes Tambung sangat berharap kondisi petani tidak stagnan dalam hasil dan bahkan mengalami kerugian setiap kali panen.
“Penyuluhan soal teknis penanaman perlu untuk dikembangkan bagi setiap petani Desa Tambung, agar petani bisa mengatur atau menghitung terhadap apa yang akan ditanam baik pra tanam sampai pasca tanam,” ungkapnya.
Sementara Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Holtikultura Kabupaten Pamekasan, Slamet Budi Harsono, sangat mengapresiasi terhadap program yang dilaksanakan Pemdes Tambung tersebut.
Menurutnya, penyuluhan seperti ini baru pertama kalinya di Pamekasan yang melalui desa melakukan program penyuluhan pertanian.
“Sangat mengapresiasi sekali, karena penyuluhan ini baru pertama kalinya dilakukan oleh desa, yakni Desa Tambung ini. Dan ini sangat membantu kami untuk memberikan pembinaan kepada para petani,” katanya.
Dijelaskan, pada kesempatan itu pihaknya menyampaikan tehnik budidaya padi hemat air kepada masyarakat Desa Tambung yang mayoritas petani.
Selain itu, Slamet Budi Harsono yang disapa Budi itu mengatakan, pohakny sjuga menyampaikan di era digital ini, masyarakat diharuskan dapat memanfaatkan teknologi untuk bagaimana memasarkan produknya.
“Makanya, kami juga menyampaikan kepada para peserta penyuluhan tersebut agar dapat menjual hasil pertaniannya lewat online. Sehingga tidak hanya menjual hasil pertaniannya seperti biasanya,” ungkpanya.
“Karena desa punya potensi baik produk olahan maupun pertanian, jadi potensi tersebut dapat dipromosikan lewat online juga,” imbunhnya.
Apresiasi
Dijelaskan, sektor pertanian merupakan salah satu potensi luar biasa untuk membangun ekonomi dari bawah. Karenanya, kata Budi, pihak Dinas Pertanian dan Holtikultura Kabupaten Pamekasan membuka ruang terhadap para petani untuk mendapatkan penyuluhan pertanian.
“Tinggal bagaimana para petani di desa-desa itu menyusun jadwal dan kami siap mendampingi,” ucap Budi.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, program penyuluhan pertanian ini juga menjadi bagian penting terhadap masyarakat yang ingin menjadi petani cerdas. “Penyuluhan ini setidaknya akan memberikan bekal kepada para petani agar tidak asal bertani, karena semua ada ilmunya, dan agar dapat menjadi petani yang produktif dengan hasil yang bagus,” ungkapnya.
Dorong lima program prioritas Bupati
Kemandirian desa melalui pemberdayaan petani menjadi bagian dari Lima prioritas program bupati Baddrut Tamam dan wakilnya Raja’e diantaranya, bidang ekonomi, kesehatan, pendidikan, sosial dan budaya.
“Ini sangat membantu terhadap kemandirian desa. Jika semua para petani dapat bertani dengan baik, dan berpenghasilan tinggi, maka yang pasti desa tersebut akan maju,” ungkapnya.
Karenaya, lanjut Budi, diharapkan adanya penyuluhan melalui desa ini tidak hanya dilakukan oleh Desa Tambung melainkan desa-desa yang lain juga dapat melakukan hal yang sama.
“Toh ini demi pemberdayaan para petani di desa-desa,” tukasnya.
Reporter: Moh Hasanuddin
Editor: Aru Prayogi

