BMPS Paparkan Konsep Belajar di Sekolah di tengah Covid-19

0
BPMS, Konsep, Belajar, Sekolah, Covid-19
Ketua BMPS Kabupaten Bogor, Dr. HR. Agus Sriyanta

LEAD.co.id | Keinginan siswa untuk segera belajar di sekolah diharapkan semua anak didik. Namun, dengan kondisi pandemi covid 19 tidak bisa dilakukan sembarangan. Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kabupaten Bogor, Dr. HR. Agus Sriyanta memiliki konsep yang bisa diterapkan semua sekolah.

Menurut Agus, konsep pembelajaran yang bagus untuk masa covid ini adalah, siswa tetap masuk tapi di bikin shift, dengan protocol atau SOP yang baik. Sebagi contoh siswa masuk di bagi dua, yang separuh kelas masuk minggu ini, separuhnya lagi masuk minggu depan, kemudian dengan jarak tempat duduk antar siswa 1,5 meter dari kiri, dari kanan, dari depan dan dari belakang, sehingga setiap kelas maksimal 15 sampai dengan 20 siswa. Selain itu, semua siswa wajib membawa masker, menggunakan Face shield, adanya tempat cuci tangan dengan handshop yang cukup, serta sebelum masuk lingkungan sekolah siswa harus diadakan test suhu badan terlebih dahulu, bagi yg suhu badannya diatas 37 derajat tidak diperbolehkan masuk, membawa bekal dari rumah, canten sekolah tidak dibuka,

Baca :  BAZNAS Bangun Mitra Pencegahan Bahaya Covid-19 Di NTT

” agar berjalan efektif setiap sekolah harus membikin SOP yang baik, pertama SOP untuk orang tua, kedua untuk sekolah, ke tiga untuk guru, dan ke 4 SOP dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) selama masa Covid,” jelas ketua umum YPI Ar-Rohman.

Dengan konsep pembelajaran diatas tentu saja tetap harus menjaga agar semua peserta didik tidak terpapar virus corona.

Agus menambahkan, kondisi saat ini harus disikapi, karena jika tidak ditangani dengan kebijakan cermat maka kualitas pendidikan akan menurun, selain itu tidak hanya kualitas menurun namun banyak sekolah Swasta bisa gulung tikar, karena tidak memiliki income atau pemasukan, ” saat ini banyak sekolah swasta yang mengandalkan bantuan dari masyarakat melalui SPP, bagaimana sekolah ada pemasukan kalau tidak ada siswa yang masuk, yang dampaknya pasti sekolah atau yayasan akan merumahkan para guru, berarti ini kita akan terkapar juga secara ke ekonimiannya kususnya tenaga pendidik dan kependidikan yang bekerja di sekolah swasta, ” jelas Agus.

Baca :  KAHMUD Gandeng Ansor dan Katar Santuni Masyarakat Terdampak Covid-19

Agus menambahkan, selain alasan diatas, alasan lainnya pembelajaran KBM segera dibuka karena jika dilakukan dengan pembelajaran daring hasilnya tidak maksimal dalam transfer attitude, murid sudah mulai jenuh belajar dirumah serta banyak juga orang tua siswa yang tidak mempunyai kemampuan mengawasi putra putrinya belajar dirumah, disamping itu adanya keterbatasan fasilitas yg di miliki oleh masyarakat menengah ke bawah, mereka tidak mempunyai Android untuk mensuport pembelajarn daring dan tidak semua orang tua mempunyai kemampuan membeli kuota untuk belajar daring.

“Yang lebih penting lagi tidak semua wilayah kab bogor khususnya mempunyai jaringan internat yang baik dan merata kususnya di daerah pinggiran,” pungkasnya.

Baca :  Perempuan Tani HKTI Jakarta Gandeng TNI Salurkan Bantuan Sembako

Reporter: Jhonie
Editor: Aru Prayogi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here