Bukan Sekadar KKN, Mahasiswa Aksara Tinggalkan Solusi Sampah di Kopo

oleh -53 views

BOGOR (Lead.co.id) — Mahasiswa Kelompok 05 Aksara KKN Mitra Orda IKMABO PEMDA Bogor UIN Sunan Gunung Djati Bandung memilih langkah berbeda dalam menjalankan pengabdian di tengah masyarakat. Mereka tidak sekadar menjalankan kegiatan seremonial, tetapi ikut mencari solusi atas persoalan sampah rumah tangga yang dihadapi warga.

Bersama masyarakat RT 03/RW 09, Desa Kopo, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, mahasiswa membuat rocket stove yang ditujukan sebagai salah satu alternatif pengelolaan sampah rumah tangga. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 15 Agustus 2026, sekaligus menjadi sarana edukasi bagi warga mengenai pentingnya mengelola sampah sejak dari lingkungan sendiri.

Baca :  KKN Arutal 150 UIN Jakarta Ubah Potensi Desa, Warga Diajak Melek Digital

Ketua Kelompok 05 Aksara, M. Teguh mengatakan, keterlibatan warga menjadi bagian penting dalam program tersebut. Menurutnya, solusi terhadap persoalan sampah tidak akan berjalan maksimal apabila hanya mengandalkan satu pihak.

“Kami ingin program ini benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh warga. Karena itu, proses pembuatannya kami lakukan bersama masyarakat agar setelah mahasiswa selesai KKN, fasilitas ini tetap bisa dimanfaatkan,” ujar Teguh.

Rocket stove tersebut dibuat dalam bentuk fasilitas pembakaran tertutup yang dirancang untuk membantu menekan asap hasil pembakaran. Keberadaannya diharapkan menjadi alternatif bagi warga untuk menangani sampah yang tidak dapat digunakan kembali.

Baca :  Juni, Target Groundbreaking PSEL Bogor Raya

Ketua RT 03/RW 09, Firmansyah, mengapresiasi inisiatif mahasiswa yang dinilai menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Ini bukan hanya soal membuat tempat pembakaran sampah, tetapi bagaimana warga diajak ikut peduli terhadap kebersihan lingkungannya. Kami dari lingkungan RT tentu mendukung dan akan mengajak warga untuk menjaga serta memanfaatkan fasilitas ini dengan baik,” kata Firmansyah.

Setelah proses pembuatan selesai, fasilitas tersebut kemudian diperkenalkan dan diresmikan bersama Ketua RT dan Ketua RW setempat. Mahasiswa berharap keberadaan rocket stove dapat menjadi langkah awal untuk membangun pola pengelolaan sampah yang lebih tertib di lingkungan warga.

Baca :  KKN Tematik, Tujuh Mahasiswa IPB Disambut Lurah Ranggamekar

Program tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa kegiatan KKN tidak harus berhenti pada kegiatan seremonial. Ketika mahasiswa mampu meninggalkan gagasan, fasilitas, dan kesadaran baru di tengah masyarakat, pengabdian akan memiliki manfaat yang bisa dirasakan bahkan setelah masa KKN berakhir.

Surya SP