BOGOR (LEAD.co.id) – Menjadi relawan penanganan Covid-19 sudah pasti akan mengorbankan keluarga. Namun, bagi sebagian orang yang berada di dalamnya menjadi sebuah amanah sejak satgas atau gugus tugas dibentuk tingkat kelurahan hingga RW.
Iya, satu cerita ketika melaksanakan tugas, untuk menjadi petugas penanganan serbuan vaksin yang dilaksanakan di beberapa titik di Wilayah Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, setiap menjalankan tugas ini, para relawan harus sudah siaga pada pukul 06.00 wib di lokasi.
“Kalau sedang siaga untuk melaksanakan serbuan vaksin, kami dengan teman-teman relawan sudah standby pagi hari,” kata salah satu relawan satgas Covid 19, Johan kepada lead.co.id, sabtu (04/09/21).
Menurutnya, pekerjaan ini merupakan kemanusiaan, apalagi membantu masyarakat yang belum di vaksin, dengsn tujuan untuk kekebalan tubuh atau herd immunity.
“Banyak suka duka, apalagi ini kami lakukan hanya sebagai relawan dan tanpa pamrih ketika melaksanakan tugas, kalau berbicara keuntungan, yah tidak ada untungnya, melainkan banyak pengorbanan,” kata dia yang menjabat sebagai pengurus RT, di Kelurahan Harjasari, Kecamatan Bogor Selatan.
Cerita lain kata dia, ketika melaksanakan vaksin, dan dirinya harus membawa warga Kelurahan Harjasari ke lokasi vaksin di Kelurahan Bojongkerta, dan lokasi vaksin lainnya, selain banyak dikeluhkan warga ada juga yang protes dengan jadwal yang sudah dibagikan.
“Karena kami sudah komitmen terhadap tugas, walaupun banyak yang di protes, tapi tugas tetap kami jalankan, dengan teman-teman relawan lainnya,” jelas dia.
Setiap jadwal vaksin, dirinya selalu mengarahkan warga, dan mendata warga yang belum di suntik vaksin. Meski, harus berjuang agar warganya datang lebih awal, para relawan harus menyiapkan segala sesuatunya yang berkaitan dengan pelaksanaan vaksin.
“Kadang kami harus berlomba dengan waktu, terutama pada pelaksanaan vaksin, dan berkoordinasi dengan pihak kelurahan serta tenaga medis, yang terpenting data warga harus akurat kalau datanya tidak lengkap, maka kami harus menanyakan kembali ke warga,” imbuhnya.
Ia menambahkan, selama pandemi Covid 19 ini, para relawan ini berharap, dengan kinerja selama kurang lebih 2 tahun, menjadi mitra pemerintah, harus adanya perhatian.
“Kami ingin adanya perhatian, walaupun kami ini hanya relawan yang bekerja atas naluri kemanusiaan, dan membantu masyarakat,” pungkasnya.
Reporter : Jhonie
Editor : Aru Prayogi

