Site icon LEAD.co.id

Cerita Saung Edamame: Merumuskan Taruna Bumi, Taruna Tani dan Wirausaha Pertanian Desa Sukawening dengan maksimalisasi Alsintan dan Internet

BOGOR (LEAD.co.id) – Saung Edamame, yang biasa menjadi tempat kumpul para pemuda/i untuk belajar bersama, diskusi, membuat kerajinan bambu seperti karinding, angklung juga bubu (alat perangkap ikan), berlatih musik karinding Celempung dan lainnya. Segala aktivitas biasa dilakukan bersama disana.

Cukup lama terutama di masa pandemi dan pemberlakuan PPKM Darurat. Sektor pertanian tetap dan harus berjalan semakin baik, semakin inovatif dan harus terus memastikan perannya dalam keberlanjutan, kedaulatan pangan.

Meski terbatas, di saung Edamame hadir : Asri (Penyuluh Pertanian Desa Sukawening) Aswad Salam LM (Peneliti, mahasiswa Pascasarjana IPB), SA. Maulana (Sinatria Akademi), Ichwan Firmansyah (Hakame Siliwangi Tower) dalam obrol santai hubungan antara “Pemuda, Petani, Alsintan dan Internet”

Metamorfosa Anak-anak, Pemuda Menjadi Petani.

Yang dibahas diantaranya:

  1. Bagaimana agar Anak-anak, generasi muda mencintai pertanian, berminat, turut serta dan/atau terlibat dalam kegiatan pertanian.
  2. Cara penumbuhan dan peningkatan minat, keterampilan dan jiwa kewirausahaan generasi muda di bidang pertanian.
  3. Upaya peningkatan kemampuan dan keahlian pemuda/petani muda dalam mengakses teknologi, modal, pasar dan manajemen sehingga menjadi Petani Muda: mandiri yang inovatif, kreatif, mampu bersaing, berwawasan global dan profesional.
  4. Sinatria Akademi & Korps Petani Muda Indonesia: bentuk media belajar (pendidikan dan pelatihan) pertanian.

Siti Akmarina yang awalnya hanya menanam benih Edamame di lahan sekitar 300m2 milik orangtuanya, saat ini terus berinovasi membuatdan membangun Brand SARINAME Produk olahan Edamame. Pun pendampingnya, SA. Maulana kini dipercaya/dipercaya untuk dapat menggarap lahan area tanam Edamame yang tersebar di beberapa desa dan kecamatan di Kabupaten Bogor. Bahkan ada rencana menggarap lahan 200 hektar untuk menanam Edamame di wilayah Sukabumi atas amanah dari Hadlratusyaikh KHR Abdul Malik.

Diulas-pula langkah, keberhasilan dan kendala Forum Wacana Pascasarjana IPB saat berkegiatan bina desa, salahsatunya dengan lahirnya Victory Farm gagasan Adit, Alwi dan kawan-kawan muda Sukawening. Selain menanam, mempromosikan kegiatan dan hasil pertanian yang ditanam kepada warga sekitar.

“Insyaallah kita bisa meramu dan meracik itu semua agar anak-anak, para pemuda, petani Millenial bisa mencintai pertanian, terus bergerak dan bersemangat dalam bertani”. Ungkap Teh Asri akrab disapa, sebagai Penyuluh Pertanian Desa Sukawening menegaskan.

Rencananya akan digagas agar terbentuk Taruna Bumi, Taruna Tani dan Pemuda Wisausaha Pertanian di wilayah desa Sukawening.

Sosialisasi mulai dilakukan. Pelatihan, pendampingan Pemuda dalam pengolahan lahan kering dan basah segera dijadwalkan. Komunikasi dan koordinasi dilaksanakan. Bahkan menurut SA Maulana, Sinatria Akademi sedang menyusun daftar lahan yang akan diolah oleh para pemuda petani muda yang ada di Bogor, Sukabumi, Tangerang Selatan bahkan Cianjur.

“Iya, bahkan saudara kita yang saat ini menjadi kepala desa di kabupaten Cianjur-pun akan ikut pelatihan budidaya Edamame dan mekanisasi Alsintan,” tambahnya.

Turut mendukung dan menyemangati, Kang Pito budayawan dan pembina Korp Petani muda Indonesia. Meski belum dipastikan apakah akan dilaksanakan di Balai Besar Mekanisasi Petanian atau di beberapa titik lahan yang akan diolah dan ditanam Edamame, saat ini sudah akan dimulai dengan kegiatan pelatihan di Desa Sukawening Kecamatan Dramaga.

Teh Asriani Mulyaningsih menyampaikan, ada cultivator/handtractor di kelompok-kelompok tani dan bisa dipakai untuk pengolahan lahan kering.

“Diharapkan dengan kembali disosialisasikan dan dilakukan kembali pelatihan bagi masyarakat pengguna dan tata cara menggunakan Alat-alat dan mesin pertanian menjadi jalan dan jembatan semakin cinta anak-anak, pemuda, petani muda kepada dunia pertanian,” pungkasnya.

Editor : Aru Prayogi

Exit mobile version