BOGOR (Lead.co.id) – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Bogor angkat bicara atas perlawanan hukum yang dilakukan mantan Kepala SDN Cibeureum 1 Kota Bogor, Nopi Yeni yang dipecat Wali Kota Bogor, Bima Arya karena kasus dugaan pungutan liar (Pungli).
Menurut Achmad Shobari selaku koordinator BEM Se-Bogor, bahwasanya hak tersebut merupakan satu langkah yang tepat dalam menangani permasalahan PPDB di Kota Bogor.
“Seharusnya kita apresiasi langkah tegas yang dilakukan oleh pak walikota,dalam membersihkan oknum-oknum yang bermain dalam pelaksanaan PPDB,” ujarnya.
Dia juga menilai walikota Bogor pasti melakukan langkah tersebut pasti atas dasar bukti yang kuat dan juga saksi-saksi yang akurat.
“Saya percaya pak Bima Arya tidak akan melakukan pemecatan terhadap Kepala SDN Cibeureum 1 Kota Bogor, Nopi Yeni kalu tidak ada bukti dan saksi-saksi yang akurat,” ujarnya dengan tegas.
Achmad Shobari berharap pak walikota terus konsisten dalam menangani oknum-oknum yang bermain dalam PPDB di kota Bogor, agar kedepnya pelaksanaan PPDB di kota ini bisa berjalan dengan bersih dan baik tanpa ada oknum-oknum yang mencari keuntungan dalam pelaksanaan tersebut.
“Kita BEM SE Bogor akan terus mengawal pelaksanaan PPDB di kota Bogor dan, kita berharap pak walikota Bogor terus konsisten dalam membersihkan oknum-oknum yang bermain dalam pelaksanaan PPDB di kota Bogor,” ucapnya.
Dirinya menilai, langkah yang diambil pak walikota sudah sangat tegas dalam membersihkan oknum-oknum yang diduga bermain dalam pelaksanaan PPDB.
“Kita semua harus mengapresiasi pak walikota dalam melakukan tindakan tegas terkait oknum-oknum yang bermain, semoga kedepanya tidak akan ada oknum lagi yang seperti ini atas tindakan tegas pak walikota,” ucapnya.





