Oleh: Teddy Khumaedi
Kita sudah berbicara tentang Corona Virus selama beberapa pekan ini. Sadar atau tidak, kita telah membuat energi virus ini semakin kuat, sehingga menciptakan getaran negatif yang tak terhitung jumlahnya. Adalah the law of atraction, Hukum tarik menarik. Pikiran & perasaan positif akan menarik segala yang positif, pikiran dan perasaan negatif akan menarik yg negatif Karena itu , mari Lebih baik kita lakukan self talk pada diri kita.
Pilihan pemerintah antara mengambil langkah Lockdown atau tidak lockdown, jelas akan menimbulkan resiko bagi seluruh rakyat indonesia. Korban suspect Covid-19 yang dinyatakan meninggal dunia semakin hari makin bertambah, data pada tanggal 23 Maret 2020 lalu sudah 40 jiwa yang meninggal akibat suspect Covid-19. Begitu pula dengan korban terinfeksi suspect Covid-19 kian bertambah saat ini menurut data dari bagai sumber sudah berjumlah 576 itupun masih akan terus bertambah. Sedangkan yang sudah dinyatakan sembuh total ada sekitar 31 orang. Sampe detik ini pemerintah masih mengambil langkah penerapan Social Distancing (Jarak Interaksi) antar masyarakat, dengan anjuran melakukan segala bentuk aktivitas di rumah saja untuk sementara waktu selama 14 hari ke depan. Tentunya langkah ini diambil pemerintah dengan segala pertimbangan yang matang ketimbang melakukan penerapan Lockdown seperti halnya beberapa negara di asia dan eropa seperti China dan Italy. Tapi perjuangan pemerintah melalui BNPB sebagai Gugus depan melawan Covid-19 terus berusaha sekuat tenaga mengerahkan segala daya dan upaya untuk menghentikan laju penyebaran Covid-19 di seluruh wilayah Indonesia, salah satunya selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memberikan tanda penting (sinyal) beberapa daerah kota dan kabupaten yang sudah dikategorikan zona merah penyebaran Covid-19. seperti wilayah di jawa barat ada beberapa kota dan kabupaten yang sudah zona merah sebut saja kota dan kabupaten Bogor, dan daerah lainnya.
Bahkan Rabu 25 Maret kemarin telah disampaikan melalui berita nasional update Corona di Jawa Tengah. Per pukul 17.30 ini pasien terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah 19 orang!. Ke-19 pasien positif baru tersebut dirawat di Di RS Moewardi Surakarta 1, RSUP Dr Kariadi Semarang 2, RS Wongsonegoro Semarang 4, RSUD Goeteng Purbalingga 3, RSUD Cilacap 1, RSUD Banyumas 3, RS Kardinah Tegal 1, RSUD Soediran Wonogiri 1, RS Sudjono Magelang 2, RSUD Setjonegoro Wonosobo 1. Jadi total di Jawa Tengah saat ini positif Covid-19 berjumlah 38 orang, dirawat 34, dan meninggal 4 orang. Sedangkan Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 2858 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 257. Penambahan pasien positif corona di wilayah Jateng sangat signifikan. Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Alarm sudah berbunyi dan semakin keras dari hari ke hari. Maka kewajiban pemerintah pusat dan daerah meminta masyarakat untuk semakin waspada, semakin aware terhadap wabah ini. Masyarakat agar selalu dihimbau jangan menyepelekan, jangan merasa kuat dan sehat lalu berbuat semau sendiri tanpa mengindahkan himbauan pemerintah pusat dan daerah.
Sebelumnya Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan kepada seluruh kepala daerah untuk seirama dengan pemerintah pusat dalam penanganan Covid-19 melalui telekonferensi dari Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 24 Maret 2020. Pandemi yang berdasarkan informasi terakhir telah menyebar di 189 negara tersebut membutuhkan kerja erat bersama untuk memastikan kesehatan dan keselamatan rakyat, serta menanggulangi dampak-dampak sosial maupun ekonomi yang ditimbulkannya. Hal itu disampaikan Presiden saat memberikan arahan kepada seluruh gubernur dalam menghadapi pandemi Covid-19.
“Kita harus satu visi, memiliki kebijakan yang sama, dan saya minta setiap kebijakan-kebijakan yang ada di provinsi semuanya dihitung baik dampak dari kesehatan dan keselamatan rakyat kita maupun dampak sosial ekonomi yang mengikutinya,” ujarnya.
Dalam arahannya itu, Kepala Negara meminta para kepala daerah untuk menghitung betul segala dampak dari kebijakan penanganan Covid-19 yang akan diambil di wilayah masing-masing. Selain dari sisi kesehatan, kebijakan tersebut juga harus memikirkan dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkannya.
Senada dengan himbauan presiden dan kepala daerah tersebut, alangkah baiknya masyarakat turut mengindahkan himbauannya sebagai gerakan meminimalisir sekaligus memperlambat semakin menyebarnya virus corona di dilingkungan kita masing-masing.
Wabah Covid 19 ini, tergolongan dalam kategori virus yang mematikan jika penanganan terhadap pasien terinfeksi sedikit lambat, karena daya retas virus ini terhadap kekebalan (imun) seseorang begitu cepat sehingga, organ vital yang menjadi tumpuan pernafasan rusak dan mengalami kegegalan disfungsi pernafasan mana kala virus ini sudah menembus ke dalam organ paru-paru manusia. Sampai detik ini dunia kedokteran belum menemukan vaksin obat untuk virus corona ini. Pemerintah Indonesia khususnya melalui Gugus Depan BNPB masih berusaha melakukan aktivitas yang bisa memperlambat penyebaran Covid 19 di seluruh wilayah Indonesia, salah satu dengan menerapkan SoCial Distancing (di Rumah Saja), untuk sementara waktu masyarakat dihimbau melakukan aktivitas kerja dan lain sebagainya di rumah saja, agar terhindar dari terinfeksinya wabah Covid 19 yang semakin hari menelan korban jiwa.
Akhirnya segala sesuatu harus dipahami dengan bijak, karena boleh jadi anda kuat, anda sehat, atau imun anda bagus, sehingga meskipun tertular anda tidak merasakan gejala sakit. Tapi ketahuilah, anda tetap bisa menularkan virus ini pada orang tua, isteri, dan anak-anakmu. Jangan sampai nantinya anda menyesal, karena itu patuhi himbauan pemerintah untuk berdiam di rumah (social distancing), sekali lagi berdiam di rumah; keluar hanya jika ada kepentingan mendesak, dan ingat; selalu jaga jarak serta cuci tangan setiap kali kontak atau menyentuh benda apapun di luar. Kita sebagai Manusia yang lemah, hanya bisa berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, semoga Negara Indonesia yang kita cintai ini, selalu dalam lindungan Tuhan Semesta Alam. Dan bagi para pekerja Medis serta relawan kesehatan yang sedang bahu membahu dalam penanganan pasien positif Covid 19, senantiasa diberikan kekuatan agar terhindar dari wabah Covid 19 tersebut.
Penulis adalah Pengamat Sosial Budaya dan Keagamaan di Jawa Barat

