BOGOR (LEAD.co.id) – Bagi warga Kota Bogor sudah tidak asing lagi dengan maraknya penjual buah Nangka di depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Dreded, Jalan Pahlawan, Bogor Selatan. Saat ini, lapak penjual Nangka tersebut bisa dihitung jari akibat Covid-19 hingga kelangkaan barang.
Sejak puluhan tahun lalu, lokasi depan TMP Dreded sudah menjadi pusat penjualan nangka yang begitu terkenal. Sebelum Pandemi, banyak warga Bogor maupun pendatang yang setiap hari datang untuk berbelanja Nangka di lokasi tersebut.
Solahudin, salah satu pemilik lapak Nangka mengatakan, sejak pandemi omzet penjualannya menurun drastis, karena berkaitan dengan kebijakan Pemerintah yaitu PSBB hingga PPKM.
“Mungkin dulu sebelum pandemi kami bisa meraup omzet sekitar kurang lebih 600 ribu perhari, nah sekarang mah udah bagus bisa dapat 150 sampai dengan 250 ribu juga,” ujarbdia kepada awak media, pada Minggu (21/11/2021).
Faktor yang berpengaruh sejak pandemi ini adalah kurangnya pengunjung baik dari lokal ataupun para pendatang yang sengaja mencari kuliner. Hal itu karena sudah aturan dan kebijakan pemerintah terkait pencegahan Covid-19.
Dia berharap, usaha para pedagang buah Nangka ini bisa mulai normal lagi seperti biasanya sebelum pandemi. Karena hanya dengan jualan Nangka yang menjadi mata pencaharian sehari hari.
“Dengan kondisi perekonomian semakin lesu akibat penyebaran Corona, sangat berimbas, hingga banyak teman-teman kami yang gulung tikar. Saya berdo’a pandemi virus corona bisa segera berakhir,” kata Solahudin.
Reporter: Sally Sumeka
Editor: Aru Prayogi

