Dampak Penutupan Tambang, Warga di 3 Kecamatan Kab. Bogor Gelar Aksi Damai

oleh -204 views
FOTO. Istimewa

BOGOR (LEAD.co.id) | Suasana pagi di Kabupaten Bogor mendadak ramai oleh gelombang massa dari tiga kecamatan, yaitu Cigudeg, Rumpin, dan Parung Panjang. Warga dari berbagai lapisan masyarakat turun ke jalan dalam aksi damai sebagai bentuk protes terhadap kebijakan penutupan sementara seluruh perusahaan tambang, berdasarkan pantauan contributor LEAD.co.id, Aksi yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 16.00 WIB ini berjalan tertib dan kondusif.

Aksi demo ini merujuk pada surat edaran Gubernur Jawa Barat yang semula hanya menginstruksikan pengurangan operasional hingga 50%. Namun tak lama kemudian, muncul surat lanjutan yang memerintahkan penutupan penuh seluruh tambang. Keputusan mendadak ini membuat masyarakat kaget dan menimbulkan keresahan ekonomi di tiga kecamatan tersebut.

Baca :  Warga Cigudeg Digegerkan Temuan Mayat Dalam Gubug 

Dampaknya sangat terasa, terutama di Kecamatan Cigudeg dengan 19 perusahaan tambang, Rumpin 6 perusahaan, dan Parung Panjang 1 perusahaan. Sekitar 75% warga menggantungkan hidup dari aktivitas tambang, mulai dari karyawan, buruh lepas, hingga pedagang kecil yang kehilangan penghasilan harian.

Menurut salah satu tokoh masyarakat Desa Rengasjajar, Hapidin mengatakan, banyak masyarakat yang menggantukan hidupnya dari beroperasinya tambang ini.

“Penutupan ini memutus urat nadi perekonomian masyarakat karena banyak warung yang sepi pembeli dan pekerja kehilangan penghasilan,” ujarnya (29/09/25).

Diakhir, dirinya berharap kebijakan ini ditinjau Kembali karena dirasa dampaknya kepada warga sekitar.

Baca :  Polisi Menangkap Pelaku Tawuran yang Menewaskan Pelajar Cigudeg

“Kami berharap Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi meninjau ulang kebijakan ini dan mencari solusi yang adil antara keberlangsungan ekonomi dan kelestarian lingkungan,” harapnya.

Warga berharap aspirasi mereka dapat didengar oleh pemerintah provinsi agar segera ada kejelasan mengenai nasib ribuan pekerja dan keluarga yang terdampak.

Kontributor : Risma & Azzarima (Mahasiswa magang IUQI)
Editor : Aru Prayogi