LEAD.co.id – Ratusan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Se-Jawa Timur melakukan demonstrasi di Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Senin (16/9/19).
Sejak pukul 08.30 WIB, massa aksi sudah memadati Universitas Trunojoyo Madura (UTM). Tampak massa aksi mengibar-ngibarkan bendera HMI dan membawa banner yang bertuliskan “Hanya PKI…!!! Yang berani mengusik HMI”.
Di sela-sela aksi tersebut, kader HMI sempat bentrok dengan beberapa oknom mahasiswa yang diduga kader PMII yang memprovokasi jalannya aksi. Kejadian itu memakan dua korban kader HMI, yang menyebabkan patah tulang dan mengalami luka di bagian kepala.
Beberapa jam kemudian, Agung Ali Fahmi keluar dan menemui aktivis HMI. Ia mengaku bersalah atas pernyataan pencemaran nama baik serta ujaran kebencian yang ia lakukan.
“Atas viralnya dari penggalan dari cerita-cerita yang sekarang viral, saya menyampaikan kepada seluruh kader HMI se-Indonesia dan semua yang merasa dirugikan. Dari hati yang paling dalam, saya meminta maaf yang sebesar-besarnya,” kata Agung saat dipaksa bicara oleh massa aksi.
“HMI adalah organisasi besar yang telah mewarnai kehidupan dan kemajuan bangsa ini, sekali lagi saya menyatakan penyesalan terhadap apa yang saya lakukan,” sambung dia.
Menanggapi hal itu, aktivis HMI langsung menanyakan apa maksud Agung atas pernyataan ujaran kebencian yang ia tulis di grup WhatsApps IKA PMII KOM UTM. “Apa maksud bapak mengatakan HMI adalah anak dari Masyumi?,” Ujar salah satu peserta aksi.
“Untuk sementara saya no coment,” jawab Agung dengan santai.
Hingga berita ini dinaikkan, masa aksi tetap memaksa dan tidak mau bubar. Kabarnya mereka akan menunggu sampai ditemui oleh pimpinan kampus guna menuntut Agung supaya dipecat dari jabatanya. (sin/haz/nam)

