LEAD.co.id | Puluhan pekerja seni yang tergabung dalam Persatuan Musisi Bogor (PAMBO) melakukan unjuk rasa (demonstrasi) di depan Balai Kota Bogor, Kamis (3/9/2020). Mereka memprotes pemberlakuan jam malam dalam Pembatasan Sosial Berskala Mikro dan Komunias (PSBMK).
Dalam orasinya, Koordinator aksi Zulfikar alias Joker mengaku mendukung kebijakan Pemerintah Kota Bogor dengan catatan, asalkan berkeadilan sosial dan memiliki solusi terhadap kegiatan ekonomi warganya.
“Kami Musisi Bogor sebagai Warga Negara Indonesia adalah pekerja, profesi yang memilik hak yang sama dengan profesi lainnya, butuh perhatian atas keberlangsungan hidup,” tegas Joker saat berorasi.
Pantauan LEAD.co.id, para musisi yang mayoritas bekerja di malam hari ini berkumpul di Tuggu Kujang kemudian longmarch ke Balai Kota Bogor dengan berorasi secara bergantian. Mereka tampak membentangkan spanduk dan poster terkait kebijakan PSBMK yang dinilai merugikan pekerja.
“Poin penting yang disampaikan hari ini adalah hapuskan jam malam, bisa diganti dengan solusi lain yang lebih bijakansana,” ungkap Joker kepada tim LEAD.co.id saat aksi damai di halaman Balai Kota Bogor.
Dalam kesematan ini, pihaknya berharap agar para pekerja, khususnya yang di dunia malam selalu diberikan kesehatan dan banyak rizki dengan dibukanya kembali lapangan pekerjaannya.
Saat berita ini diterbitkan, tim LEAD.co.id masih berupaya mengkonfirmasi ke pihak Pemkot Bogor.

