BOGOR (Lead.co.id) – Pemerintah telah mewacanakan kenaikan harga BBM karena subsidi komoditas tersebut dinilai membebani APBN. Merespons itu, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UIKA Bogor akan menggelar demonstrasi besar-besaran untuk menolak kebijakan tersebut.
BEM UIKA menilai, wacana menaikkan harga Pertalite dan Solar sangat erat berkaitan dengan permainan elite yaitu politik pasar global dan peran lembaga keuangan internasional. Karena itu, alasan menyelamatkan APBN dinilai tidak tepat.
Menteri Luar Kampus BEM UIKA, Maulana Lazuardi menuturkan, jika pemerintah tetap menaikkan harga BBM, maka pihaknya akan menggelar demo besar-besaran untuk menolak kebijakan tersebut sekaligus menjadi penggerak demonstrasi.
“Mahasiswa akan turun ke jalan, dan dipastikan ribuan bahkan jutaan masyarakat ikut menyuarakan,”
Kata Maulana.
Dia menambahkan, aksi demonstrasi itu rencananya akan digelar di sekitar Istana Kepresidenan Bogor. Namun, dia belum menjelaskan kapan waktu demonstrasi itu digelar.
Menurut dia, masyarakat sudah cukup menderita dengan dihapuskannya BBM subsidi jenis premium. Sehingga, kenaikan harga BBM jenis Pertalite hanya akan menambah kesengsaraan masyarakat.
“Sudah tidak ada bensin, sekarang Pertalite mau dinaikkan, makin sengsara lah masyarakat,” kata Maulana .
Dia menambahkan, sesuai amanat UUD 1945 pasal 33, kebijakan penentuan harga BBM semestinya mengutamakan asas perlindungan kepada masyarakat, bukan malah menyengsarakan rakyat.
Dia juga menilai, kenaikan harga BBM tersebut akan berdampak luas terhadap pengeluaran masyarakat yang akan menyebabkan penurunan pertumbuhan ekonomi baik skala regional maupun skala nasional.
Terlebih, menurutnya, penurunan ekonomi akan menyebabkan penurunan produktivitas barang dan jasa, sehingga akan terjadi pengurangan tenaga kerja yang mengakibatkan pengangguran akan meningkat.





