Site icon LEAD.co.id

Dinilai Potensial, PB HMI Dukung Letjen Dudung Jabat KSAD

PB HMI, Dudung Abdurachman, KSAD, TNI AD

Pangkostrad, Letjen Dudung Abdurachman

JAKARTA (LEAD.co.id) – Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad), Letjen Dudung Abdurachman dinilai sangat potensial dan layak menjabat Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) menggantikan Jenderal Andika Perkasa yang resmi ditunjuk Presiden Jokowi sebagai Panglima TNI.

Hal itu disampaikan oleh PJ Ketua Umum PB HMI, Romadhon Jasn yang mendukung sekaligus mengapresiasi dukungan publik terhadap Letjen Dudung Abdurachman untuk menjabat sebagai KSAD.

“Kami dukung pak Letjen Dudung jabat KSAD, apalagi beliau memang didukung publik dan paling potensial, karena beliau memang punya track record dan layak jadi KSAD,” kata Romadhon Jasn kepada awak media di Jakarta, Rabu (3/11/2021).

Menurut Romadhon, sepak terjang dan reputasi Pangkostrad Letjen Dudung Abdurachman sebagai mantan Pangdam Jaya tak dapat diragukan lagi untuk menempati posisi KSAD.

Sebelumnya, rekam jejak kepemimpin Letjen Dudung dikenal sebagai pribadi yang sangat tegas dan tak kenal kompromi terutama dalam menghadapi kelompok radikal-ekstrem yang dinilai mengancam integrasi dan keutuhan negara.

“Saya kira rekam jejak beliau tak diragukan lagi kok, beliau sangat tegas tak mau kompromi apalagi ketika menumpas kelompok radikal-ekstrem,” urainya.

Karena itu, kata dia, tidak salah ketika Letjen Dudung disebut-sebut paling layak menduduki jabatan KSAD karena faktor reputasi dan integritasnya. Bahkan, Presiden sendiri jatuh hati pada Letjen Dudung karena pengalaman, leadership, serta sikap tegasnya menjadi kunci keberhasilannya menahkodai Kostrad.

“Selain tegas beliau juga punya integritas yang baik, itulah kenapa publik mendukung bahkan presiden sendiri ‘jatu hati’ pada Letjen Dudung karena beliau punya pengalaman mumpuni,” bebernya.

Sikap tegas tersebut tercermin dalam hal ketika mempertahankan dan menjaga teritorial negara dari pelbagai bentuk ancaman infiltrasi ideologi transnasional yang dinilai potensial merusak Pancasila sebagai idelogi final negara.

“Tentu kami sangat mengapresiasi karena beliau tegas betul dalam membela dan mempertahankan negara, jiwa-raga beliau dipertaruhkan demi bela negara ketika menghadapi ancaman infiltrasi ideologi yang jelas-jelas merongrong pancasila,” pungkasnya.

Kontributor : Akril
Editor : Aru Prayogi

Exit mobile version