LEAD.co.id | Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Sulteng, dr. Amin Shaleh menyatakan siap siaga membendung penyebaran virus Corona atau novel Coronavirus, di Sulawesi Tengah, Minggu (26/1/2020).
Upaya dilakukan dengan koordinasi ke Dinkes se Sulteng, Rumah Sakit, Bandara Udara serta pelabuhan. Seluruh warga warga China, baik tenaga kerja, wisatawan. Tak terkecuali, bagi warga Indonesia yang datang dari China ke Sulteng.
Langkah siap siaga ini diambil mengingat penyebaran wabah pneumonia tersebut terbilang sangat cepat. Bahkan, telah terungkap adanya suspect pneumonia yang tengah diisolasi di rumah sakit di Indonesia.
Langkah tersebut telah dilakukan sejak 5 Januari 2019 setelah menerima insturisi berupa surat edaran dari Kemenkes.
Usai menerima surat tersebut, pihaknya langsung menginstruksikan seluruh rumah sakit agar tanggap melakukan pemeriksaan setelah mendapat laporan pasien yang diduga terpapar virus dari pihak bandara dan pelabuhan melalui alat termoscanner. Alat yang disebut dapat mendeteksi suhu tubuh seseorang ini dipasang di pintu bandara maupun pelabuhan Sulteng.
Alat tersebut akan mendeteksi suhu tubuh di mana jika ada seseorang yang datang dari luar negeri kemudian suhu tubuhnya di atas 38 derajat celcius, maka posturnya akan terlihat berwarna merah pada termoscanner.
Namun sejauh ini, menurut Amin, belum mengetahui upaya pihak bandara dan pelabuhan telah memasang termoscanner. Meski begitu, Dinkes Sulteng tetap waspada dan siap siaga membendung penyebaran virus tersebut. (Red)

