BOGOR (Lead.co.id) – Agen dan E-warung BNI 46 se-Kota Bogor mengikuti rapat evaluasi program Sembako yang digelar oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bogor, di Taman Ekspresi Kelurahan Sempur, Bogor Tengah, pada Rabu (14/9/2022).
Acara yang dibuka oleh Sekda Kota Bogor, Syarifah Sofiah itu juga dihadiri oleh Perwakilan Kemensos, Kepala Dinsos, Kepala Kejari Kota Bogor, Sat Intelkam Polresta Bogor dan pihak BNI 46.
Dalam sambutannya, Syarifah berpesan untuk lebih berhati-hati dalam menangani pekerjaan serta harus ditumbuhkan rasa kepedulian. Terlebih pemerintah sudah menaikkan harga BBM bersubsidi, tentu akan semakin berat bagi masyarakat.
Menurut dia, yang paling berdampak dalam hal ini adalah para Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Hal itu menjadi tanggungjawab serta kepedulian bersama bagaimana caranya supaya bantuan dari pemerintah bisa tepat sasaran.
“Ini yang harus menjadi perhatian, konsen dan tanggungjawab kita semuanya dalam hal mensukseskan program pemerintah terkait bantuan sosial bagi masyarakat melalui pendataan dari DTKS,” kata Syarifah.
Fahrudin selaku Kepala Dinsos Kota Bogor menjelaskan, kegiatan ini dilakukan untuk memberikan pembinaan serta bimbingan kepada para agen dan E-Warong agar bisa menyalurkan bantuan sosial dengan tepat sasaran.
“Mereka diberikan bimbingan bagaimana bantuan dari pemerintah ini bisa tetap sasaran, tepat produk, tepat kualitas dan tepat waktu,” paparnya.
Dia mengungkapkan, data agen dan e-Warong di Kota Bogor kurang lebih 135 dan penerima BPNT sekitar 60 ribu KPM.
Dia menegaskan, jika pihak agen dan E-Warong bermasalah dalam penyediaan dan penyalurannya, maka pihaknya akan memberikan pembinaan. Namun jika tidak bisa dibina, maka akan direkomendasikan kepada pihak BNI 46 untuk dicabut ijinnya secara permanen.
“Jika pihak Agen dan E-warong tidak bisa dibina, kami akan memberikan rekomendasi kepada pihak BNI 46 untuk mencabut ijinnya secara permanen atau selamanya,” tandas Fahrudin.
Sementara itu, Erna Susanti perwakilan Direktorat Penangan Fakir Miskin Kemensos RI mengatakan, penyaluran dari para agen dan E-warong di Kota Bogor sudah dalam koridor berjalan lancar yang didukung oleh semua pihak.
“Selama ini untuk Kota Bogor relatif aman dan tidak permasalahan. Kita juga monitoring bukan saat ada masalah saja pastinya,” tutur Erna.
Dalam rapat evaluasi program sembako yang digelar oleh Dinsos itu, selain para pemilik agen dan E-warong juga hadir puluhan pendamping PKH dan TKSK se-Kota Bogor.

