Site icon LEAD.co.id

Diskusi Ilmiah dan Pelantikan Pengurus MASIKA ICMI Kabupaten Bogor

Diskusi Ilmiah, Pelantikan Masukan ICMI, MASIKA ICMI Kabupaten Bogor, Masukan ICMI

Oleh: Amirrulloh

Sejarah awal berdirinya MASIKA Pusat adalah diawali dengan penyelenggaraan Pernas I MASIKA ICMI di Cisarua Bogor Jawa Barat. Forum tersebut telah berfungsi sebagai forum silaturahmi antara pengurus MASIKA se-Indonesia yang beberapa diantaranya baru dibentuk di daerah-daerah dan wilayah ICMI. Forum Pernas I sekaligus sebagai konsolidasi dan penataan serta pembenahan berbagai aspek dalam organisasi MASIKA. Keberhasilan forum Pernas I MASIKA ICMI tahun 1993 ini telah mampu merumuskan dan menetapkan visi, misi dan orientasi MASIKA.

Selain itu, juga ditetapkan pula bentuk atau pola struktur organisasi MASIKA bersifat umum dan ketentuan kelembagaan organisasi MASIKA, baik hubungan keluar dengan (Majelis Pengurus ICMI) maupun hubungan organisasi kedalam ICMI itu sendiri (antar Pengurus MASIKA Pusat dengan Wilayah/Daerah).  Beberapa personal yang aktif dalam forum Pernas I yang membidani lahirnya MASIKA ICMI antara lain adalah: AE Priyono, Andrinof A. Chaniago, Yudi Latif, Hamid Bayaib, Abdul Munim, Abdul Hamid, dan Ade Armando. Sedangkan tokoh senior ICMI yang membantu proses lahirnya MASIKA adalah Dr. Marwah Daud Ibrahim, Prof. Dawam Rahardjo, Dr. Jimly Ashiddiqie, SH,. MA, Dr. A. Watik Partiknya, Adi Sasono, dan Soetjipto Wirasardjono. Ketua Umum MASIKA ICMI  dari pertama diantaranya Andrinof A. Chaniago, M.Si, Dr. Muammad Nasih dan Dr. H. Ferry Rizky Kurniansyah.

Pertama kali dibentuk ICMI Bogor sebagai Organisasi Wilayah Khusus (Orwilsus), sejalan dengan perkembangan wilayah Bogor dan besarnya potensi yang dimiliki, termasuk banyaknya SDM/kaum intelektual di Bogor, kini ICMI Bogor menjadi Organisasi Wilayah Khusus (Orwilsus). Adapun yang pernah menjadi Ketua Umum ICMI Orwilsus Bogor adalah Prof. Dr. Ir. H. Sjafri Mangkuprawira (alm), Prof. Dr. Ir. H. Bunasor Sanim,

Prof. Dr. Ir. H. M. Hajim Bintoro dan Prof. Dr. Ir. H. Herry Suhardiyanto. Pada Periode 2018-2022 dilanjutkan oleh Prof. Dr. H. Arif Satria dan juga sebagai Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB).

ICMI Orwilsus Bogor secara struktural sama dengan ICMI Orwil Jawa Barat, termasuk MASIKA ICMI Orwilsus Bogor dengan MASIKA ICMI Orwil Jawa Barat. Kepengurusan MASIKA ICMI Orwilsus Bogor pertamakalinya pada Periode 1993-1996 adalah Dr. H. M. Fadhil Hasan, sedangkan Ketua Umum MASIKA ICMI Orwilsus Bogor Periode 1996-2000 Dr. H. Apendi Arsyad, Ketua Umum MASIKA ICMI Orwilsus Bogor Periode 2000-2005 Ir Sonhaji dan Ketua Umum MASIKA ICMI Orwilsus Bogor Periode 2005-2011 Suherlan, STP dan sempat fakum beberapa tahun.

Selanjutnya, dilanjutkan kembali kepengurusan MASIKA ICMI Orwilsus Bogor Periode 2019-2024 dengan Ketua Umum Amirrulloh, SP bersama Dewan Penasihat MASIKA ICMI Orwilsus Bogor diharapkan para cendekiawan muda lebih optimal untuk beramal, berkreasi, berkomunikasi dan berprestasi guna mengangkat harkat kehidupan masyarakat Bogor/Jawa Barat, bangsa dan negara yang berkeadilan.

Kiprah Generasi milenial/kaum muda  di Indonesia sudah sepantasnya berada pada posisi paling depan dalam peran dan karyanya. Kaum cendekiawan muda muslim Indonesia di bawah naungan Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI), Majelis Sinergi Kalam (MASIKA) bermaksud mempertegas jatidiri, komitmen serta berupaya agar kian nyata di tengah masyarakat bangsa dan negaranya. MASIKA ICMI Pengurus Wilayah Khuisus (PWK) Bogor merupakan Badan Otonom ICMI yang diharapkan mampu merealisasikan program kerja yang dapat mewadahi, memfasilitasi dan menjembatani berbagai aspirasi Cendekiawan Muda/Generasi milenial di tanah air.

Fokus program diarahkan pada peningkatan kontribusi MASIKA agar terjadi peningkatan SDM masyarakat Indonesia yang memiliki taraf pendidikan, keterampilan, dan etos kerja serta keunggulan kompetitif yang lebih baik di satu sisi, serta peningkatan kualitas dalam upaya meningkatkan komitmen dan kompetensi dalam menerapkan prinsip-prinsip dasar yang dimiliki MASIKA sebagai bagian dari ICMI.

Tahun 2021 jumlah penduduk Indonesia diperkirakan mencapai 261,89 juta jiwa dengan total angkatan kerja sebanyak 128,06 juta jiwa (BPS, 2020). Jumlah penduduk yang besar merupakan aset pembangunan yang apabila dikelola secara optimal akan menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Ledakan penduduk usia produktif (15-64 tahun) pada masa Bonus Demografi mendatang akan memunculkan keuntungan atau bonus yang dapat dimanfaatkan untuk mendongkrak perekonomian nasional.

Dari sisi ketenagakerjaan, momentum Bonus Demografi akan sangat potensial dengan hadirnya populasi generasi milenial yang terus bertambah. Dari seluruh jumlah penduduk Indonesia, sekitar 34 persen merupakan generasi milenial. Hal ini berarti hampir sepertiga dari total penduduk Indonesia merupakan generasi milenial.

Karakteristik generasi milenial yang sangat unik dan berbeda dibandingkan generasi sebelumnya dapat menjadi peluang dan tantangan bagi negara Indonesia. Sejumlah kelebihan yang dimiliki oleh Generasi Milenial merupakan peluang yang harus dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memajukan perekonomian Indonesia dan memanfaatkan bonus demografi. Di sisi lain ada beberapa tantangan bagi Perguruan Tinggi pencetak kaum intlektual Generasi Milenial yang mempunyai komitmen untuk kemakmuran bangsa.

Dengan Diskusi Ilmiah dan Pelantikan Pengurus Majelis Sinergi Kalam – Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (MASIKA ICMI) Daerah Kabupaten Bogor dan Pengurus Satuan Kecamatan Leuwiliang diharapkan “Peran Intelektual Muda dalam Pembangunan Wilayah Kabupaten Bogor di Era Industri 4. sebagai salahsatu

Pendongkrak Masa Depan Ekonomi Nasional”. Tentunya juga dengan mengeksistensi Pendidikan Tinggi secara optimal dan mengembalikan perannya sebagai pemandu atau penuntun peradaban manusia dan pencetak kaum intlektual muda.

Dalam Diskusi Ilmiah dan Pelantikan Pengurus Majelis Sinergi Kalam – Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (MASIKA ICMI) Daerah Kabupaten Bogor dan Pengurus Satuan Kecamatan Leuwiliang yang dilaksanakan oleh MASIKA ICMI Pengurus Wilayah Khusus (PWK) Bogor di Kampus IUQI (Institut Ummul Quro Al Islami) Leuwiliang Bogor yang dihadiri pleh Bupati Bogor dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Bogor, Kalangan Akademisi, Praktisi. Pondok Pesantren dan utusan Sekolah Menengah Atas dan sederajat yang harapan nantinya dapat meningkatkan kualitas kecendekiaan kaum muda untuk Indonesia masa depan.

Kepada Pengurus yang telah dilantik diharapakan dalam menetapkan Program Kerja mempertegas kecendekiaan kaum Generasi Milenial untuk Indonesia masa depan dan mensinergikan Progam bersama Pemerintah Daerah, Intansi terkait, BUMN/BUMD, Swasta dan Media Cetak/Elektronik Daerah dalam upaya memajukan dan mengoptimalkan kualitas SDM pemuda/masyarakat

 

Penulis adalah Ketua Umum MASIKA ICMI Pengurus Wilayah Khusus (PWK) Bogor

Exit mobile version