Diskusi Publik, Mahasiswa Dukung Perhelatan G20 di Bali

oleh -439 views

DENPASAR (Lead.co.id) – Forum Mahasiswa Bali bekerja sama dengan Krama Udayana dan LII menggelar diskusi publik “Menyambut Puncak Perhelatan Presidensi G20 di Bali: Sebagai Upaya untuk Pemulihan Ekonomi Global” di Rumah Coffe & Community, Kota Denpasar, pada Sabtu (23/9/2022).

Acara itu dihadiri oleh 3 narasumber yaitu Asy’ari Mushlih selaku ketua Pimpinan Wilayah PSNU Pagar Nusa Bali, Dwika Aresti selaku akademisi Prodi Hukum Universitas Mahendradatta Denpasar, Fathul Karim selaku kader GPI PW Bali dan peserta dari elemen mahasiswa, OKP serta masyarakat umum.

Tobby Avieframudya, selaku Ketua Pelaksana dalam sambutannya menegaskan bahwa, diskusi publik tersebut bertujuan untuk mendukung terselenggaranya G20 dengan aman dan lancar.

Baca :  Relawan Muda Airlangga Hartarto Gelar Diskusi Kompetensi dan Popularitas

“Forum ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa untuk mensukseskan Perhelatan Presidensi G20 di Bali. Sebagai tuan rumah kita harus menjaga kondusifitas dan kelancaran jalannya perhelatan G20 di Bali,” tegas Tobby.

Selanjutnya, Dwika Aresti menyampaikan pentingnya peran mahasiswa dalam perhelatan G20, perhelatan G20 di Bali merupakan momentum bagi mahasiswa untuk menjelaskan kepada masyarakat luas.

Selain untuk membangkitkan ekonomi, kegiatan itu juga untuk memberikan pendidikan bahwa Indonesia bukan negara yang bisa berjalan sendiri, tapi butuh negara-negara lain untuk mengembangkan negeri.

“Karena pemerintah yang sekarang menjadi Presidensi G20 memiliki kepentingan yang besar terhadap Indonesia terkait dengan pembangunan, terkait dengan keadilan sosial yang ada di Indonesia,” katanya.

Baca :  Gelar Diskusi Publik, Himadipa Bahas Pemasaran Perikanan di Aceh

Akademisi Prodi Hukum Universitas Mahendradatta itu juga menyebarkan pesan damai dan edukasi masyarakat terkait dengan perhelatan G20 di Bali. Dia meminta untuk tidak melakukan provokasi yang mengganggu jalannya G 20 di Bali.

Kemudian, Asy’ari Mushlih mengatakan, mahasiswa sebagai agen harus memiliki pemahaman yang utuh terkait dengan perhelatan G20 di Bali sehingga tidak mudah terprovokasi oleh kelompok-kelompok tertentu.

“Mahasiswa sebagai agent of chance harus memiliki pemahaman yang utuh tentang arah tujuan, dan manfaat perhelatan G20 sehingga mahasiswa tidak hanya melihat dari satu sisi,” kata dia.

Baca :  Menlu Kanada Dukung Presidensi G20 Indonesia

Sementara itu, Fathul Karim mengatakan, perhelatan G20 memiliki banyak manfaat untuk pemulihan ekonomi masyarakat, terutama masyarakat Bali.

Manfaat tersebut mulai dari pergerakan ekonomi di Bali yang sempat terhenti karena pandemi. Selain itu, berdampak juga terhadap keterisian kamar hotel dan pemulihan lapangan kerja di industri pariwisata, dan meningkatkan kesejahteraan UMKM lokal.

“Acara tersebut secara langsung, juga mempromosikan Provinsi Bali dari aspek budaya dan pariwisata,” tambah dia.