BOGOR (Lead.co.id) – Tim dosen manajemen IPB melakukan kegiatan pelatihan untuk UMKM di Desa Cibadak dalam rangka Program Dosen Mengabdi Reguler TA 2022. Pelatihan ini mengangkat tema terkait kemasan, dan digital marketing melalui marketplace pada produk olahan pangan UMKM di Desa Cibadak.
Narasumber pada pelatihan ini merupakan dosen Departemen Manajemen FEM IPB yaitu Dr. Ir. Jono M Munandar, M.Sc yang membahas terkait kemasan produk dan alumni Sekolah Vokasi IPB yaitu Ahmad Fauzi Dwiki Saputra, A.Md yang membahas terkait digital marketing melalui marketplace. Kegiatan ini diikuti oleh 12 UMKM Pangan Olahan di Desa Cibadak dengan didampingi oleh satu koordinator yaitu Ketua IKM UMKM Desa Cibadak, Bapak Budi Suyanto.
Kegiatan ini dilaksanakan pada 1 Oktober 2022 dan 22 Oktober 2022 yang berlangsung pukul 09.00 – 12.00 WIB. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui proses perubahan pengetahuan (cognitive) yang berkaitan dengan aspek kemasan dan digital marketing melalui marketplace, dan proses perubahan perilaku (psychomotoric) yang berkaitan dengan aspek kemasan dan digital marketing melalui marketplace.
Pelaksanaan kegiatan ini dimulai dengan adanya pre test yang bertujuan untuk mengetahui pengetahuan peserta terkait kemasan dan digital marketing melalui marketplace. Kemudian dilanjutkan dengan sesi penyampaian materi oleh narasumber.
Selanjutnya, terdapat sesi tanya jawab antara narasumber dan peserta pelatihan, dan diakhiri dengan adanya post test yang bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta terkait materi yang telah diberikan. Hasil pada pelatihan ini menunjukkan secara keseluruhan terdapat peningkatan pengetahuan mengenai kemasan dan digital marketing melalui marketplace di UMKM Desa Cibadak.
Narasumber menyampaikan tentang perlunya UMKM memahami terlebih dahulu mengenai atribut suatu produk yang meliputi kualitas, fitur, serta gaya dan desain. Kualitas meliputi tingkatan dan konsistensinya.
Narasumber mengingatkan bahwa seringkali UMKM belum bisa menjaga konsistensi mutu yang baik. Selanjutnya fitur, adalah kelebihan atau keunggulan yang membedakan produk dari pesaing. Sedangkan gaya adalah penampilan dan desain adalah konsep produk.
Branding (pemberian merk) sangat penting. Fungsi branding adalah mencipta, memelihara, melindungi, dan meningkatkan kualitas barang dan jasa. Manfaat untuk pembeli adalah untuk identifikasi produk dan kualitas produk.
Sedangkan bagi penjual sendiri, manfaatnya adalah untuk dasar menjelaskan kualitas kualitas produk, perlindungan hukum dan membantu segmentasi pasar. Lebih lanjut Narasumber memberikan masukan untuk memilih brand/merk yang kuat; antara lain unggul dalam menyampaikan manfaat yang diinginkan, harga sesuai dengan persepsi nilainya, serta diposisikan secara tepat dan wajar.
Narasumber menyampaikan tentang ciri-ciri merk yang disukai sebagai ide bagi UMKM yang belum mempunyai merk atau ingin memperbaiki merknya. Ciri-ciri tersebut adalah : 1) dapat menjelaskan kualitas dan manfaat produk, 2) mudah diucapkan , dikenal dan diingat, 3) harus unik (distinctive), 4) dapat diperluas, 5) mudah diterjemahkan ke dalam bahasa asing, 6) dapat didaftarkan dan memperoleh perlindungan hukum.
Pelatihan berlangsung interaktif, dimana para peserta mengajukan pertanyaan dan Narasumber memberikan penjelasan atau jawabannya. Tidak ada sesi khusus tanya jawab, namun tanya jawab berlangsung seiring sesi pemberian materi. Narasumber juga mereview dan memberikan masukan terhadap merk dan kemasan contoh produk dari UMKM yang hadir.
Narasumber selanjutnya memberikan penugasan kepada para UMKM agar melakukan survei kepada pelanggan untuk menilai produk mereka. Disampaikan form kuesioner penilaian untuk diisi oleh setidaknya 10 pelanggan UMKM. Hal ini dinilai penting agar UMKM mendapat masukan untuk perbaikan produknya ke depan. Tugas ini akan direview oleh Narasumber pada sesi pelatihan berikutnya.





