DPR Minta Tingkatkan Anggaran Penelitian untuk Inovasi Pertanian

0
DPR, Endang Setyawati Thohari, Anggaran, Penelitian, Inovasi Pertanian, Pertanian
Anggota Komisi IV DPR RI, Endang Setyawati Thohari saat ditemuai awak media di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, 10 Februari 2021 [File: Mentari/nvl via Parlementaria DPR RI]

LEAD.co.id | Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) mengalokasikan 5 persen dari total anggaran tahun 2021 untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan). Anggota Komisi IV DPR RI Endang Setyawati Thohari meminta porsi anggaran Balitbangtan ditingkatkan untuk inovasi di sektor pertanian.

Endang menekankan pentingnya riset inovasi bioteknologi bidang rekayasa genetik varietas lokal di Balitbangtan untuk menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kualitas nilai hortikultura di Indonesia. Namun, permasalahan sesungguhnya yaitu dana untuk inovasi penelitian sangat kecil, terkesan tidak diprioritaskan.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam Rapat Kerja bersama Pimpinan dan Anggota Komisi IV DPR RI Selasa (9/2) lalu telah menyatakan bahwa, kemajuan pertanian dan hortikultura sebuah negara memang tidak lepas dari perkembangan hasil riset yang strategis.

Baca :  Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya Berprestasi Nasional di Aceh Hasilkan Petani Milenial

Saat ini, ungkap Syahrul, diperkirakan Balitbangtan telah memiliki 560 peneliti dengan latar belakang pendidikan doktor, 1.153 peneliti dengan latar belakang magister, dan 1.579 peneliti dengan latar belakang sarjana.

Endang membeberkan, anggaran di Kementan untuk Balitbangtan itu hanya 5 persen dari keseluruhan anggaran. Jumlah anggaran itu menurutnya hanya cukup untuk biaya gaji pegawai saja, belum bisa dimanfaatkan terutama untuk bidang rekayasa genetika.

“Seharusnya, menurut saya, 80 persen anggaran sebaiknya difokuskan untuk penelitian dan pengembangan,” terang Endang saat di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta (10/2/2021).

Tidak hanya soal peningkatan anggaran saja, politisi Partai Gerindra ini juga menantikan adanya kemauan politik (political will) dari tingkat pusat hingga daerah. Ini menjadi sangat penting karena akan menumbuhkan motivasi sekaligus partisipasi untuk menghasilkan inovasi bioteknologi varietas lokal yang unggul.

Baca :  DPR Resmi Serahkan Draf 'Omnibus Law' ke Pemerintah

Oleh karena itu, Endang menegaskan keterlibatan peneliti dalam membangun iklim riset bioteknologi sangat krusial. Karena, tanpa keterlibatan peneliti, tidak akan ada penerapan hasil inovasi yang strategis di Indonesia.

Meski demikian, Dia menilai saat ini Sekretariat Jenderal (Setjen) Kementan masih cenderung belum bisa mengelola dan memberdayakan potensi ini dengan sebaik-baiknya meski banyak para peneliti yang memiliki kapasitas untuk menciptakan inovasi baru.

Karenanya, Endang menyayangkan para peneliti ini akhirnya hanya berakhir membantu menulis untuk profesor peneliti karena tidak ada biaya sosialisasi hasil penelitian yang semestinya dikelola oleh Setjen Kementan.

Baca :  Petani Milineal Padang Panjang Sukses Kelola Pelatihan dan Permagangan

“Di bawah Setjen itu, mestinya ada panduan bagaimana inovasi teknologi itu disebarluaskan pada masyarakat dan ada uji multi lokasi untuk,” ujar wakil rakyat Dapil Jawa Barat III itu.

Atas hal itu, Endang berharap pemerintah melalui Kementan bisa memberikan dukungan kepada para peneliti, terutama para peneliti perempuan, dengan membangun infrastruktur riset yang memadai dan mengalokasikan dana penelitian agar mereka fokus berkolaborasi dan membangun iklim riset bioteknologi di Indonesia dengan optimal.

Reporter: M Ikhsan
Editor: Aru Prayogi
Sumber: Parlementaria DPR RI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here