DPRD Datangi RSUD Leuwiliang, Berharap Tidak Masuk Angin

0
DPRD, Proyek, RSUD, Leuwiliang
Komisi 3 DPRD Kabupaten Bogor mendatangi lokasi Proyek Pembangunan RSUD Leuwiliang, Senin (14/9/2020).

LEAD.co.id | Sejumlah anggota Komisi 3 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor akhirnya mendatangi lokasi Proyek Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Senin (14/9/2020). Kedatangan mereka untuk menindaklanjuti temuan adanya perubahan desain Kontruksi Sarang Laba-Laba (KSSL) menjadi Kontruksi Tiang Pancang.

Dikonfirmasi usai kunjungan lokasi, Sastra Winara mengatakan bahwa, kunjungan komisi 3 ini sudah terjadwal jauh-jauh hari, unutuk mengecek lokasi proyek. Dirinya mengaku adanya perubahan desain dari Kontruksi Sarang Laba-Laba menjadi Tiang Pancang

“Memang betul ada perubahan konstruksi dari Kontruksi Sarang Laba-Laba ke Tiang Pancang yang sudah dengan kajian-kajian Konsultan, Kontraktor dan pihak RSUD,” kata Sastra Winara Politikus Gerindra yang berangkat dari Dapil 5 ini.

Secara terpisah, Dirut RSUD Leuwiliang Hesti Iswandary menerangkan, kunjungan komisi 3 meminta penjelasan perihal perubahan kontruksi dan memberikan masukan serta meminta dokumen-dokumen perubahan kontruksi.

Baca :  Syah, Fathorrahman Pimpin DPRD Kabupaten Pamekasan Periode 2019-2024

“Kita membangun sesuai dengan apa yang diharapkan masyarakat, jangan sampai dengan kesalah-pahaman,” kata Hesti.

Merespon polemik proyek tersebut, M. Luthfi, Pimpinan LSM BUMI (Bakti Untuk Masyarakat Indonesia) mempertanyakan kepada pihak Pelaksana Proyek dan pihak terkait, tentang hasil uji Sondir atau CPT (Cone Penetrometer Test) sebagai dasar untuk mengubah desain pondasi pembangunan gedung RSUD Leuwiliang ini.

“Kami menduga mereka tidak punya hasil Sondir. Jadi, tidak berhak pihak lain atau pihak ketiga untuk mengubah desain tanpa ada persetujuan konsultan awal, juga Dinas yang berkaitan,” terangnya.

Dia juga berharap, pihak DPRD Kabupaten Bogor dan penegak hukum tidak lengah dalam melakukan pengawasan pada proyek pemerintah daerah tersebut. Pasalnya, dari hasil monitoring dan kajiannya, LSM BUMI mengaku mendapati banyaknya kejanggalan yang berpotensi tindak pidana korupsi pada proyek pembangunan RSUD Leuwiliang.

Baca :  Kunjungi Jateng, Presiden Tinjau Posko Covid-19 hingga Proyek Padat Karya

“Kita berharap DPRD Kabupaten Bogor tidak masuk angin, demi kepentingan masyarakat dan negara. Kita juga akan turut mengawasi,” tutupnya.

Sebelumnya, anggota Komisi 4 DPRD Kabupaten Bogor melakukan Sidak ke lokasi proyek pembangunan RSUD Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Senin (7/9). Mereka menemukan adanya kejanggalan, diantaranya pelaksanaan Kontruksi Sarang Laba-Laba yang diubah menjadi tiang pancang.

Menyikapi itu, Pimpinan Forum Pemerhati Jasa Konstruksi dan Pembangunan, Thoriq Nasution mengaku heran dengan perubahan desain pada proyek pembangunan RSUD Leuwiliang tanpa melalui mekanisme yang telah diatur. Karena, untuk mengubah konstruksi maka akan berdampak pada perubahan perubahan arsitektur lainnya.

“Aneh bin ajaib, seharusnya setiap perubahan desain apalagi menyangkut konstruksi tidak semudah itu alasannya (rawan gempa), tentunya harus ada kajian kajian teknis, dan lainnya,” papar Thoriq saat dihubungi Tim LEAD.co.id, Selasa (8/9).

Lebih lanjut dia menekankan bahwa, adanya perubahan desain konstruksi yang dilakukan secara diam diam, maka bisa terindikasi adanya praktik korupsi. Selain itu, lanjut dia, mengubah spesifikasikasi teknis dengan tidak adanya addendum, jelas telah menyalahi Perpres Nomor 54 Tahun 2019 Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Baca :  Cegah Corona, RSUD Kota Bogor Meniadakan Besuk Pasien

Thoriq juga memberi masukan kepada para anggota DPRD Kabupaten Bogor yang berfungsi sebagai pengawasan, agar meminta perhitungan perhitungan konstruksi awal dan juga setelah perubahan kepada ppihak pelaksana proyek.

“Disini nanti akan tampak bila adanya penyimpangan penyimpangan yang mengarah ke tindak pidana korupsi,” pungkas Thoriq.

Pada kunjungan ke Proyek RSUD Leuwiliang ini dihadiri oleh Ketua Komisi 3 DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara, beserta anggota DPRD lainnya Aan Triana Al Muharom, Sarni, Ferry Roveo Checanova, Nurodin, H. Slamet Mulyadi, serta H. Permadi Dalung.

Reporter: Sally Sumeke
Editor: Aru Prayogi
Sumber: DP, LSM BUMI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here