BOGOR (Lead.co.id) – Aliansi Mahasiswa Perjuangan (AMPERA) Bogor menggelar audiensi dengan manajemen PLN UP3 Bogor di Kantor PLN UP3 Bogor, Jalan Raya Pajajaran, Kecamatan Bogor Utara, pada Senin (6/7/2026). Audiensi terkait dugaan pencurian arus listrik di sejumlah titik di Kota Bogor.
Dalam pertemuan tersebut, perwakilan AMPERA, Camus, menyoroti banyaknya penggunaan meteran maupun pengambilan arus listrik oleh pedagang kaki lima (PKL). Menurutnya, kondisi itu perlu menjadi perhatian serius dan ditindaklanjuti oleh PLN.
Menanggapi hal tersebut, Staf Trans Energi PLN UP3 Bogor, Yoga Adi Chandra, menegaskan pihaknya berkomitmen memperkuat sinergi dengan masyarakat dalam mencegah pencurian arus listrik melalui edukasi, pengawasan bersama, serta pelaporan cepat terhadap setiap dugaan pelanggaran.
“Kolaborasi antara masyarakat dan PLN sangat penting untuk mencegah pencurian arus listrik, menjaga keandalan pasokan listrik, sekaligus meminimalkan potensi kerugian negara,” ujar Yoga.
Ia juga mengapresiasi masukan yang disampaikan mahasiswa dan berharap komunikasi serta sinergi antara PLN dan elemen mahasiswa dapat terus terjalin sebagai bagian dari upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Audiensi yang berlangsung sekitar 35 menit itu menjadi ruang dialog antara mahasiswa dan PLN untuk membahas persoalan kelistrikan di Kota Bogor, sekaligus mendorong pengawasan bersama terhadap dugaan pelanggaran di lapangan.
Surya SP





