Site icon LEAD.co.id

Gelar Demonstrasi, Mahasiswa Beri Raport Merah ke Bupati Bogor

Demonstrasi, Mahasiswa Bogor, Raport Merah, Bupati Bogor

BOGOR (Lead.co.id) – Sejumlah mahasiswa dari dalam Aliansi Mahasiswa Bogor (AMB) menggelar demonstrasi di depan Kantor Bupati Bogor, pada Kamis (17/3/2022). Mereka memberi raport merah dan menolak kepemimpinan Bupati Bogor, Ade Yasin untuk dua periode.

Koorlap Aksi, Jujun mengatakan, pemberian raport merah kepada Bupati Bogor itu dilakukan dengan beberapa pertimbangan dan survei sampling tentang kepuasan publik terhadap kinerjanya.

“Kami hari ini dengan jelas, tegas, dan lantang menyatakan raport merah Bupati Kabupaten Bogor,” ujar Jujun dalam orasinya.

Dalam aksi itu, pihaknya juga meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memeriksa Bupati Bogor terkait dugaan penyalah-gunaan wewenang perihal Dana Hibah dan Bantuan Sosial (Bansos) tahun 2019.

“Meminta kepada KPK untuk segera memanggil serta memeriksa Bupati Bogor terkait dugaan Korupsi, dan penyalahgunaan wewenang perihal, dana Hibah, dan Bantuan Sosial, tahun 2019,” ujarnya.

Selain itu, mereka juga mendesak Bupati Bogor untuk melakukan transparansi alokasi anggaran Covid-19 sejak tahun 2020 sampai saat ini. Hal itu sesuai dengan Undang-undang (UU) Nomor 14 tahun 2008 tentang Informasi Keterbukaan Publik (KIP).

Ketua Umum AMB, Ramdhan mengatakan, berdasar raport merah tersebut maka dengan tegas menolak dua periode kepemimpinan Bupati Bogor, Ade Yasin. Hal itu karena banyaknya pekerjaan serta program yang dinilai belum memuaskan masyarakat.

“Berdasarkan hasil kajian raport merah kami mulai dari Bansos, kesenjangan sosial, infrastuktur, hingga dana hibah, dan lain sebagainya, kami menyimpulkan Bupati kurang, bahkan tidak layak untuk mencalonkan diri di Pilkada nanti,” ungkapnya.

 

Reporter: Sally Sumeke

Exit mobile version