Gelar Pertemuan, KRL Beraksi Rumuskan Anugerah Bojong Menteng Berseka 2026

oleh -150 views

BOGOR (Lead.co.id) – Komunitas Kampung Ramah Lingkungan (KRL) Beraksi akan menggelar Anugerah Bojong Menteng Berseka 2026 di Kampung Bojong Menteng, Desa Cibalung, Kecamatan Cijeruk. Kegiatan itu menjadi ajang penghargaan bagi warga yang dinilai aktif menjaga kebersihan lingkungan, dengan kategori utama Rumah Terbersih dan Lingkungan RT Terbersih.

Pada Rabu, 13 Mei 2026, pengurus KRL Beraksi bersama perwakilan Desa Cibalung, Kecamatan Cijeruk, Puskesmas Cijeruk, dan komunitas Cisadane Resik mengadakan pertemuan untuk merumuskan kriteria serta teknis penilaian penghargaan tersebut.

Ketua KRL Beraksi, Sudarjat atau yang akrab disapa Kang Ajat, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Program Bojong Menteng Berseka yang telah berjalan sejak Maret 2026.

Baca :  Bank BJB Raih Penghargaan Pengembangan UMKM Terbaik dari IWEB

“Harapannya, Anugerah Bojong Menteng Berseka dapat menambah motivasi warga untuk menjaga kebersihan kampung serta membiasakan memilah dan mengelola sampah dari rumah,” ujarnya saat dikonfirmasi tim media.

Menurutnya, penghargaan tersebut akan mencakup sejumlah kategori,
diantaranya Rumah Terbersih, Lingkungan RT Terbersih,rumah dengan halaman dan drainase terbaik, pengelolaan sampah terbaik, penghijauan terbaik, sanitasi terbaik, hingga kategori rumah tahan pangan.

Sementara itu, perwakilan Cisadane Resik, Sutanandika, menilai kegiatan tersebut sebagai langkah positif dalam pendidikan lingkungan bagi masyarakat agar tidak lagi mencemari Sungai Cisadane dengan sampah.

Baca :  Lakukan Berbagai Transformasi, bank bjb Raih Penghargaan dari Infobank

“Kegiatan seperti ini sangat baik untuk membangun kesadaran warga dalam menjaga lingkungan. Kami juga berharap pemerintah dapat segera membantu menyediakan sarana yang dibutuhkan warga, seperti komposter ember tumpuk bagi rumah tangga yang belum memiliki,” katanya.

Ia menambahkan, gerakan kolektif warga Kampung Bojong Menteng patut mendapat perhatian pemerintah karena telah menerapkan konsep pengelolaan sampah yang cukup komprehensif.

“Konsep 1 rumah 1 komposter dan 1 set tempat sampah pilah yang diterapkan di kampung ini sudah sangat baik. Ditambah adanya komposter induk untuk penampungan sampah organik rumah tangga. Meski demikian, penanganan sampah anorganik residu masih perlu diperbaiki,” tambahnya.

Baca :  Pertemuan dengan BPK, Bima Arya: Jangan Kasih Kendor

Sutanandika berharap program serupa dapat direplikasi di kampung-kampung lain sebagai bagian dari upaya membangun budaya lingkungan bersih dan berkelanjutan di masyarakat.