BOGOR (Lead.co.id) – GP Ansor Kota Bogor telah melaksanakan pembaiatan peserta sekaligus penutupan kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) ke-6, di Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bogor Barat, pada Minggu (25/12/2022).
Dalam pembaiatan itu, Katib Syuriah PC Nahdlatul Ulama (NU) Kota Bogor, KH Asep Zulfiqor menyampaikan empat hal penting yang harus dimiliki oleh Badan Otonom NU, seperti Gerakan Pemuda (GP) Ansor.
Pertama, berpikir dan bertindak proporsional dan profesional. Untuk itu, kader Ansor harus dibekali ilmu yang cukup, dan dibutuhkan kecerdasan untuk mewujudkan hal tersebut.
Kedua, sebagai seorang calon pemimpin harus mampu membangun kerja sama dengan pihak mana pun, karena tugas besar tidak bisa dilakukan sendirian.
Menurut KH Asep, untuk menjaga ketertiban dan keamanan, tidak cukup hanya mengandalkan pihak aparat kepolisian atau tentara saja, tetapi diperlukan penguatan struktur kemasyarakatan yang solid.
“Jangan pernah merasa sendiri, menderita apalagi putus asa. Ada kyai-kyai sepuh di belakang kalian. Sanadnya tidak putus. Terus konsisten untuk berjuang mempertahankan NKRI,” kata Kyai Asep.
Ketiga, kader Ansor harus menguasai dan bersiap dalam menghadapi tantangan era teknologi dan industri 4.0 adalah eranya menuntut keterbukaan.
Dirinya menegaskan bahwa, saat ini tidak ada lagi yang bisa ditutup tutupi, gerakan harus terang benderang, sportif, bukan bisik-bisik, dan rahasia.
Keempat, tanggung jawab terhadap keselamatan diri dan lingkungan disekitarnya. Jangan menggantungkan nasib pada orang lain, termasuk masa depan NU dan GP Ansor di tangan sendiri.
“Melainkan harus membangun soliditas dan kebersamaan yang kokoh,” kata Kyai Asep menambahkan.
Keempat pesan itu disampaikan Kyai Asep saat melaksanakan pembaiatan sekaligus penutupan kegiatan PKD ke-6 GP Ansor Kota Bogor. Acara pembaiatan adalah akhir dari seluruh rangkaian kegiatan PKD itu sendiri.

