LEAD.co.id | Kementerian Pertanian (Kementan RI) melaksanakan operasi Gelar Pangan Murah (GPM) khusunya komoditas cabai rawit, mulai tanggal 8 Maret 2021. Operasi ini untuk merespon dinamika harga cabai yang terus meningkat signifikan.
Kegiatan GPM cabai rawit rencananya akan dilaksanakan di 57 titik di wilayah Jabodetabek, baik di PMT/TTIC Pasar Minggu dan Bogor, Pasar tradisional di Jabodetabek, serta di Kantor Kelurahan dan Rusun di DKI Jakarta.
Operasi gelar pangan murah ini akan terus dilakukan hingga akhir bulan Maret, atau sampai harga kembali normal. Setiap hari minimal dilaksanakan di 7 titik selama 2 hari berturut-turut.
Kepala Badan Ketahanan Pangan, Agung Hendriadi mengatakan, gelaran cabai rawit murah ini untuk membantu masyarakat mendapat cabai yang dalam beberapa waktu terakhir mengalami kenaikan yang sangat signifikan.
Seiring dengan itu, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo juga telah meminta jajarannya untuk memastikan ketersediaan pasokan dan harga cabai agar tidak mengalami gejolak di tengah pandemi Covid-19.
“Sesuai arahan Bapak Menteri Pertanian, gelaran cabai rawit murah ini merupakan agenda jangka pendek kita untuk memudahkan masyarakat mengakses cabai yang murah,” sebut Agung melalui keterangan pers, pada Minggu (7/3/2021).
Agung menjelaskan, Program Kementan ini dilakukan melalui Pasar Mitra Tani (PMT) Badan Ketahanan Pangan (BKP) untuk pasar di wilayah Jabodetabek. Gelaran ini juga dilakukan oleh PMT yang ada di seluruh Indonesia.
Selain cabai, PMT juga menyediakan komoditas pangan pokok/ strategis lainnya dalam gelaran pangan murah, seperti beras segar TTI, cabai merah keriting, bawang merah, bawang putih, gula pasir, minyak goreng, dan telur ayam ras.
Untuk mengoptimalkan pemasaran cabai yang terjangkau bagi masyarakat, dilakukan langkah strategis perluasan jaringan pemasaran PMT provinsi, antara lain melakukan GPM atau bazar, penjualan langsung di PMT, baik secara offline maupun online.
Selain itu, juga mendorong perluasan Toko Mitra Tani (TMT) di kabupaten/ kota, khususnya wilayah net konsumen atau yang menjadi barometer perdagangan wilayah.
Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan, Risfaheri mengungkapkan, pasokan cabai rawit didapat dari petani di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Dalam GPM kali ini, cabai rawit merah dijual dengan harga Rp 76 ribu/kg, di bawah harga cabai di pasaran yang mencapai di atas Rp 100 ribu/kg.
“Selain melakukan penjualan langsung di PMT, kita juga menggencarkan penjualan online yang bekerja sama dengan jasa pelayanan penjualan dan pengantaran online seperti GoFood/ GoMart, GrabMart, dan Mitra Bukalapak” ujar Risfaheri.
“Kita juga bahkan sudah punya aplikasi belanja daring bernama PasTani, jadi masyarakat bisa berbelanja online melalui aplikasi tersebut,” pungkasnya.
Reporter: M. Ikhsan
Editor: Aru Prayogi

