LEAD.co.id | Guna memperingati Hari Disabilitas Internasional, Rumah Anak Mandiri Home Schooling & Terapis gelar acara “Pentas Seni & Fashion Show Tradisional, Pameran Lukisan dari Limbah Sampah Hasil Karya Penyandang Disabilitas dan Talkshow ” yang mengusung tema ” (Pengaruh Gadget pada RBK atau Anak Zaman Now), yang berlokasi di Lantai 2 Atrium Mall Botani Square Kota Bogor, Minggu (15/12/2019).
Videlia Wardani selaku pengelola dari Rumah Anak Mandiri menuturkan kepada media disela acara, tujuan diadakan acara ini dalam rangka turut serta untuk meramaikan dan sekaligus memperingati Hari Disabilitas Internasional bersama semua anak didik kami dan juga orangtuanya.
“Rangkaian acara yang kita laksanakan hari ini antara lain pameran lukisan dan merchandiser berupa kaos, yang awalnya dari lukisan anak-anak, kita tembakin dengan sublim menjadi kaos, bantal, mug dll. Selain itu ada pentas seni, fashion show tradisional dengan seluruh 31 anak dan 20 anak terapi dengan total semuanya 51 anak berkebutuhan khusus yang kita bina dari Kota dan Kabupaten Bogor,” tuturnya.
Lebih dari itu juga Videlia menambahkan, bahwa sejumlah dari 51 anak yang berkebutuhan khusus ini juga membutuhkan tempat sendiri, karena diakui sampai sekarang Home Schoolingnya masih kontrak dengan alamat di Villa Bogor Indah V CB 1 No 1, dan Officenya di Villa Bogor Indah 1 H 4 No 1 Kota Bogor.
“Agenda kedepannya yang biasanya akan kita lakukan adalah City Of Tour artinya supaya mereka punya wawasan terhadap kota lainnya, jangan hanya dikotanya sendiri. Dan secara tidak langsung kegiatan seperti itulah adalah sarana sebagai edukasi buat anak-anak dan orangtuanya juga,” ungkapnya.
Menurut dirinya, hilangkan semua prasangka atau yang lainnya, bahwa mereka ini bukan orang gila atau yang memiliki penyakit menular. Harapan kami untuk pemerintah agar memperhatikan kondisi para difabilitas seperti ini, dengan kendala alat dan sarana belajar buat anak-anak kami.
“Harapan kedepannya untuk pemerintah agar bisa memfasilitasi kami guna menunjang semua kegiatannya, dan pesan anak-anak kami agar cepat mandiri dan jangan pernah berkecil hati,” imbuhnya.
Ade Ahmad Hadi yang didampingi istrinya, sangat bangga dan senang melihat perkembangan anaknya sekarang ini, yang bernama Hilal Hamdi dari tahun 2015 dengan usianya 16 tahun, yang mempunyai kekurangan masalah komunikasi.
“Dengan kekurangan dalam masalah komunikasi kurang begitu baik awalnya, dan selama 4 tahun di Rumah Anak Mandiri ini sudah banyak perkembangan yang signifikan. Dan hari ini anak saya ikut tampil Tari Kecak dengan kostum ala sunda,” ujar Ade sambil tersenyum.
Dirinya berpesan, untuk para orang tua yang memiliki anak difabel dengan segala kekurangannya, jangan pernah berkecil hati apalagi menutup diri, justru harus bangga dan tetap semangat dalam memberikan support untuk anak kita, pungkasnya. (SM)

