BOGOR (Lead.co.id) – Padepokan Wayang Bambu Bogor merayakan hari jadinya ke-25 tahun dengan membahagiakan puluhan anak yatim dengan membagikan bingkisan dan uang untuk kebutuhan makan dan jajan.
Pendiri Padepokan Wayang Bambu Bogor, Darajat Iskandar mengatakan, wayang bambu berdiri pada 2020 lalu, sehingga di tahun ini berusia 25 tahun dan sebagai bentuk syukur pihaknya mengundang sedikitnya 50 anak yatim yang berasal dari warga sekitar.
Alhamdulillah, diusia ke 25 tahun ini kami sebagai seniman wayang bambu tetap eksis dalam memberikan suguhan kepada masyarakat yang bermanfaat, salah satunya tadi kita berkolaborasi antara seni budaya yang ada di kampung ini, supaya seni budaya ini tidak punah. Kemudian, kita juga memberikan santunan kepada anak yatim, kata Darajat Iskandar, pada
Senin (21/7/2025).
Di momen hari jadinya Darajat mengaku akan terus berkarya, dan memberikan bukti sebagai seniman wayang bambu. Dia juga mengaku, bahwa Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor sebagai induk untuk kesenian yang ia pimpin. Oleh karena itu, dirinya berharap Disparbud selalu peduli terhadap pelaku-pelaku seniman yang ada di Kota Bogor.
Kenapa demikian, karena kita sudah memberikan bukti, sudah memberikan kontribusi kepada masyarakat, khususnya yang ada di Kota Bogor. Sehingga kita berharap mereka peduli kepada kami sebagai pelaku seniman,” ungkapnya.
Sejauh ini, kata Darajat, kehadiran Disparbud kurang peduli terhadap pelaku seniman yang ada di wilayah Bogor dan ini bukan hanya seniman Wayang Bambu saja, tetapi banyak pelaku seniman yang lain merasakan hal yang serupa.
Seharusnya mereka turun langsung ke lapangan untuk merangkul kami sebagai pelaku seniman, dan menanyakan apa saja yang perlu di bantu dalam memajukan seni budaya di Kota Bogor. Jadi jangan menunggu para seniman budaya datang dulu ke mereka, itu kan kesannya kurang baik, ucapnya.
Malah harusnya Disparbud itu memberi tantangan kepada para seniman terkait program yang digagas, misalnya seperti program yang kita punya yaitu Padepokan Wayan Bambu ingin menyelamatkan para generasi bangsa dari krisis moral maupun krisis akhlak dan itu bisa dikolaborasikan,” pungkasnya.





