LEAD.co.id | “Pertempuran dulu itu kan 10 hari, ya kita berbagi 10 batang Sereh Wangi kepada Warga masyarakat di lingkungan” ucap Adit Pemimpin Victory Farm selepas hujan menjeda istirahat mereka di Saung Abah Edamame Sukawening.
Kelompok Petani Muda yang populer disebut Petani Millenial yang berasal dari Kampung Cibeureum Kaum, Desa Sukawening itu terus belajar dan menghimpun kekuatan kebersamaan antar pemuda-pemudi dalam misi Bersama Membangun Bangsa.
Terdiri dari yang masih berstatus pelajar sekolah, mahasiswa di kampus Kesatuan, IPB, UIKA, bahkan ada juga sudah fokus menggarap lahan kebun milik orangtuanya; mereka saling berbagi dan bersinergi.
Usaha rintisan Starup pertanian mereka bernama Victory Farm, menyimbolkan kemenangan yang mesti didapatkan melalui perjuangan-perjuangan sebagaimana mereka menyaksikan orangtua dan bahkan sudah dicontohkan oleh para pahlawan di berbagai peristiwa negeri ini.
Diawali hari ini, 10 November 2020, Victory Farm akan #berbagiserehwangi hingga 10 hari kedepan. Hingga saat mereka rehat waktu sebelum membagikan kado hari pahlawan tersebut, berbunyi salahsatu gawai di saung dari salahsatu petinggi di Kementerian Pertanian, yang mengapresiasi kegiatan mereka.
Sebagai bentuk apresiasi, di akhir pelaksanaan berbagi Sereh wangi atau penghujung bulan November akan dilaksanakan kegiatan diskusi atau pelatihan terkait Analisa Usaha pertanian dengan Narasumber dari Kementan yang dapat diikuti oleh para pemuda khususnya di Cibeureum Kaum umumnya pemuda di Bogor, meski terbatas atau bahkan secara daring kegiatan pendidikan dan pelatihan tersebut akan dilakukan secara terjadwal.
Alwi dan Alul yang berkomunikasi ‘ngobrol’ langsung dengan salahsatu pejabat di Kementan tersebut menyampaikan terima kasih kepada Pemerintahan Presiden Jokowidodo melalui Kementan atas perhatian kepada pemuda khususnya para petani muda yang terus berjuang bagi desa dan lingkungannya. Dan sikap positif anak muda saat pandemi semakin terlihat karena terjadi kolaborasi yang harmoni.

