HIMA SULTRA Jakarta : Abdul Muslim Sosok Ideal Memimpin Kabupaten Muna

1176
0

LEAD.co.id | Menyambut pesta demokrasi PILKADA Kabupaten Muna yang akan digelar tahun 2020, beredar isu hangat di tengah masyakarat tentang calon-calon Bupati Kabupaten Muna. Sejumlah nama santer disebut akan ambil bagian dalam kontestasi itu, diantaranya L.M. Rajiun Tumada (Bupati Muna Barat sampai periode 2022) selanjutnya ada Dr. Baharuddin (mantan Bupati Muna periode 2010-2015). Selain itu, Syarifuddin Uddu (Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri R.I. yang juga Mantan PJ Gubernur Jawa Tengah). Sejumlah nama-nama itu turut disebut akan bersaing dengan sang petahana Bupati Muna saat ini, L.M. Rusman Emba.

Menanggapi hal tersebut, Himpunan Mahasiswa Sulawesi Tenggara-Jakarta (HIMA SULTRA-Jakarta) di Menteng, Jakarta Pusat menyampaikan beberapa gagasan. Ketua HIMA SULTRA Jakarta, La Ode Muhammad Rusdiansyah menyebutkan, segala bentuk dimensi sosial yang terjadi di Sulawesi Tenggara tak luput dari pengamatan dan penelitian kami mahasiswa- mahasiswi Jakarta. Dalam konteks demokrasi yang dibangun di Kabupaten Muna, sebaiknya masyarakat jangan terburu-buru serta teliti dalam menggagas atau mendeklarasikan calon-calon Bupati Kabupaten Muna ke depan. Diharapkan pula selain sebagai kendaraan politik para calon, Partai Politik juga harus menjadi pendidikan politik bagi semua elemen masyarakat dalam mempertimbangkan kualitas dan konteks kebutuhan kekinian tentang „pemimpin ideal‟ tidak hanya sebatas hasrat kekuasaan semata tanpa memperdulikan aspek esensial tersebut.

Baca :  Jalanan Rusak, Pemda Bogor Jangan Diam Saja

Sebagai salah satu Kabupaten tertua di Provinsi Sulawesi Tenggara, Muna sepatutnya menanggung beban yang berat untuk lebih meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Sebagai tolak ukur, ditakutkan tertinggal dari Kabupaten/Kota lain di Provinsi Sulawesi Tenggara. Apalagi dengan adanya pemekaran Kabupaten/Kota baik sudah terealisasi serta masih dalam gagasan dan proses, menyebabkan Kabupaten Muna sebagai „kabupaten induk‟ secepatnya menyusun langkah strategis untuk konsisten mencapai kesejahteraan yang dituju. Persaingan Kabupaten/Kota dalam hal kesejahteraan masyarakat sangat positif untuk dilakukan. Kabupaten Muna memiliki 59,31% adalah penduduk dalam usia produktif (BPS, 2018). Dalam hal ini sudah sebaiknya pemberdayaan pemuda harus lebih disorot oleh PEMDA ke depan. Peningkatan pendidikan serta keterampilan pemuda yang komprehensif lebih dibutuhkan agar melahirkan kreativitas berbasis individu serta kelompok. Kreativitas yang dimaksud diarahkan menjadi usaha-usaha mikro di sektor pertanian, perkebunan, perikanan, kelautan serta pariwisata sesuai dengan kondisi geografis Kabupaten Muna. Itu lebih baik dilakukan agar mahasiswa yang tengah mengenyam pendidikan dan pemuda yang tengah mencari modal usaha di luar daerah dapat mengabdikan dirinya di daerah jika ruang-ruang dengan segala kebijakannya itu telah dibuka oleh PEMDA ke depan demi kesejahteraan masyarakat dan upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Muna. Jangan dilupakan bahwa faktor utama yang menentukan kesejahteraan adalah pemimpin. Pemimpin Kabupaten Muna dalam menentukan kebijakannya harus paham betul dinamika kebutuhan masyarakat saat ini dan masa depan.

Baca :  Jalanan Rusak, Pemda Bogor Jangan Diam Saja

Dari pandangan akan kebutuhan kekinian Kabupaten Muna itulah, HIMA SULTRA Jakarta memberikan rekomendasi pemimpin ideal untuk meramaikan bursa calon Bupati pada pesta demokrasi Kabupaten Muna 2020 ke depan. Abdul Muslim patut diperhitungkan dalam pertarungan PILKADA Kabupaten Muna besok. Abdul Muslim kelahiran Lawurake pada tahun 1980 ini memiliki banyak prestasi di bagian kepemudaan, pendidikan serta kewirausahaan. Pada pengabdian yang telah terukir, beliau adalah Ketua Umum KNPI Kabupaten Muna Periode 2009-2013 dan pada saat yang sama beliau juga Pembantu Pimpinan Dinas Pendidikan Kabupaten Muna. Saat ini beliau menjabat sebagai Kepala Bidang Pemberdayaan Pemuda KEMENPORA RI. Sosok muda pengarah buku “Aku Malu Jadi Orang Muna” ini paham betul konstanta sejarah, geografi, psikologi sosial Kabupaten Muna. Beliau yang masih melanjutkan pendidikan Strata-3 (S3) di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini memiliki kharisma yang dibarengi kemampuan intelektual yang mumpuni sekaligus menjadi teladan yang baik untuk mahasiswa-mahasiswi SULTRA di Kota Metropolitan Jakarta. HIMA SULTRA Jakarta yakin Abdul Muslim dapat memberi warna baru serta perubahan progresif pada Kabupaten Muna di masa depan.

Baca :  Jalanan Rusak, Pemda Bogor Jangan Diam Saja

HIMA SULTRA Jakarta akan selalu mengamati perkembangan dan mengharapkan kepada seluruh elemen masyarakat menyambut pesta demokrasi sebaiknya dibarengi dengan kemampuan intelektual untuk menguraikan alasan rasional pilihan pada sosok yang dipilih agar tak mudah percaya dengan janji-janji politik serta tak menimbulkan fanatisme berlebihan. Semoga Kabupaten Muna ke depan melahirkan „pemimpin ideal‟ yang melaksanakan tugas memimpin sesuai dengan motto daerah yakni „Sowite‟ artinya „Demi Tanah Ku‟. (Akril)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here