Site icon LEAD.co.id

HMI Pakuan Gelar FGD Politik Identitas, Dihadiri KPU

BOGOR (Lead.co.id) – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Pakuan menggelar FGD bertema “Antisipasi Politik Indentitas dan Pemanfaatan Rumah Ibadah untuk Kegiatan Politik Praktis,” pada Minggu, 15 Oktober 2023.

Acara FGD tersebut dihadiri puluhan mahasiswa dan narasumber, diantaranya Dede Juhendi selaku komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor dan Hasbullah selaku ketua FKUB Kota Bogor.

Tujuan digelarnya FGD ini yaitu untuk mencegah praktik politik identitas yang dapat menyebabkan perpecahan antar sesama. Serta mencegah pemanfaatan rumah ibadah untuk kegiatan politik praktis.

Indonesia sebagai negara yang multi etnis, budaya serta Agama di satu sisi menjadi suatu kekayaan yang dimiliki. Tetapi, di sisi lain menjadi potensi perpecahan antar sesama bangsa.

Menurut ketua Umum HMI Komisariat Universitas Pakuan, Hilmy Muzafar mengatakan, Keberagaman yang dimiliki menjadi suatu kebanggaan sekaligus menjadi potensi perpecahan antar sesama HMI komisariat Universitas Pakuan.

“Kita berikhtiar dalam menjaga keutuhan dan kerukunan antar sesama harus dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya mengedukasi melalui FGD ini,” kata dia kepada wartawan.

Selain politik identitas, rumah ibadah menjadi salah satu tempat yang mesti dijaga dari praktik politik praktis semata.

Sementara itu, Dede Juhendi selaku narasumber dari KPU menyatakan bahwa, kampanye di rumah ibadah tidak diperbolehkan, kecuali si calon tidak menggunakan atribut kampanye termasuk visi misi serta program.

Hasbullah selaku pemateri kedua yang juga ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) menyampaikan, pihaknya berupa agar rumah ibadah tidak dijadikan tempat ajang kampanye dengan membuat pelatihan atau penyuluhan.

“FKUB berupaya agar rumah ibadah tidak dijadikan tempat kampanye dengan membuat pelatihan/penyuluhan kepada masyarakat,” ujar Hasbullah.

“Kemudian membuat ToR untuk tim agar ada pihak di tokoh agama yang akan memerangi hoax yang mengarah pada politik identitas,” sambung Hasbullah.

Setelah semua pemateri menyampaikan pandangannya, dilanjut sesi tanya jawab dengan peserta. Beberapa keresahan dan ke-khawatiran peserta FGD dalam menyambut pemilu 2024 disampaikan pada forum tersebut.

Ruslan salah satu peserta FGD berharap, melalui kegiatan-kegiatan diskusi ini pemilu 2024 berjalan dengan sehat dan tidak terjadi perpecahan antar sesama bangsa apalagi mengatasnamakan Agama.

Exit mobile version