BOGOR (Lead.co.id) — Semarak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di SDN Gunung Gede, Jalan Padjajaran No. 86, Kota Bogor, semakin meriah. Tak hanya siswa, guru, komite sekolah hingga orang tua siswa ikut ambil bagian dalam berbagai perlombaan yang digelar pihak sekolah.
Rangkaian kegiatan yang berlangsung pada 19 hingga 20 Agustus 2026 itu mengusung tema “Dengan Semangat Kemerdekaan, Kita Perkuat Persatuan, Keceriaan dan Gotong Royong.” Beragam perlombaan digelar, mulai dari balap kelereng, makan kerupuk, tari tradisional, nyanyi solo lagu wajib, hingga lomba tiup gelas air mineral.
Keseruan juga terlihat dalam lomba yang melibatkan anak-anak dan orang tua. Balap kelereng menguji keseimbangan dan ketelitian peserta, sementara lomba makan kerupuk menghadirkan suasana penuh tawa dan sorak-sorai dari warga sekolah.
Salah satu perlombaan yang paling menyedot perhatian adalah Ajul Galah. Guru, komite dan orang tua siswa turun langsung ke arena, saling adu strategi, kekompakan dan kecepatan. Sorak-sorai warga sekolah pun pecah mengiringi jalannya pertandingan.
Kepala SDN Gunung Gede, Lulus Supriatin, S.Pd.SD., M.Pd., saat ditemui Jumat (21/8/2026), mengatakan rangkaian perlombaan sengaja dikemas bukan sekadar untuk memeriahkan HUT RI, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antara sekolah dan keluarga siswa.
“Ajul galah ini bukan sekadar perlombaan. Kami ingin membangun kekompakan antara guru, komite dan orang tua siswa. Semangatnya bagaimana kita bersama-sama memperkuat persatuan, keceriaan dan gotong royong,” ujar Lulus.
Menurutnya, keterlibatan orang tua dan komite sekolah menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang kuat. Sekolah tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan keluarga dan masyarakat.
“Sekolah tidak bisa berjalan sendiri. Guru, komite dan orang tua mempunyai peran masing-masing. Melalui kegiatan seperti ini, kita bisa semakin dekat, membangun komunikasi dan kebersamaan dalam suasana yang penuh kegembiraan,” katanya.
Selain perlombaan ketangkasan, tari tradisional dan nyanyi solo lagu wajib turut memberikan ruang bagi siswa untuk menunjukkan kreativitas dan keberanian tampil di depan warga sekolah. Sementara lomba tiup gelas air mineral menjadi hiburan tersendiri yang mengundang tawa para peserta dan penonton.
Bagi pihak sekolah, seluruh rangkaian kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menanamkan nilai sportivitas, kerja sama, persatuan, kreativitas dan gotong royong kepada peserta didik.
Lulus berharap semangat kebersamaan yang terbangun selama perayaan kemerdekaan dapat terus dibawa dalam kegiatan sekolah sehari-hari.
“Kami berharap semangat kebersamaan ini terus terjaga. Bukan hanya saat perayaan kemerdekaan, tetapi juga dalam mendukung pendidikan dan perkembangan anak-anak di SDN Gunung Gede,” pungkasnya.
Perayaan HUT ke-81 RI di SDN Gunung Gede akhirnya bukan sekadar pesta perlombaan. Di balik keceriaan anak-anak, persaingan guru dan orang tua, serta riuhnya dukungan warga sekolah, terselip pesan bahwa pendidikan akan semakin kuat ketika sekolah dan keluarga berjalan bersama.
Surya SP





