BOGOR (Lead.co.id) – Ikatan Alumni Universitas Terbuka (IKA UT) mengapresiasi peran Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dan Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) dalam kegiatan Festival Kemahasiswaan UT Bogor.
Apresiasi itu disampaikan oleh Ketua Ika UT Wilayah Bogor, A. Haris Maraden saat kegiatan Diskusi Kebangsaan yang digelar oleh UT Bogor, di depan Kantor Perumda PPJ, Jalan Dewi Sartika, Kota Bogor, pada Minggu (4/9/2022).
Kegiatan Diskusi Kebangsaan itu dihadiri oleh Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim, Dirut Perumda PPJ Muzakkir, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Hanafi, dan KNPI kota bogor.
Haris mengatakan, peran serta Pemerintah daerah dan BUMD sangat penting dalam kolaborasi kegiatan tersebut. Karena, selain dikenalkan dalam dunia praktis, juga diharapkan turut berpartisipasi dalam pembangunan daerah.
“Peran serta Pemerintah Daerah dan BUMD sangat penting dalam melakukan kolaborasi kegiatan terdebut, sebab sejak dini mahasiswa sudah dikenalkan dengan dunia praktis,” ucap Haris.
Adapun Pemateri dalam Diskusi Kebangsaan tersebut yaitu Asep Wahyuwijaya selaku anggota DPRD Jabar dan Kolonel Dr Yudho selaku Dosen UNHAN sekaligus Wakil Ketua IKA UT Pusat.
Yudho menyatakan bahwa, batas teritorial bangsa sudah dapat dilintasi melalui mekanisme teknologi informasi dan komunikasi, sehingga akan berdampak pada masuknya pengaruh budaya luar.
Karenanya, perlu filter dan penguatan budaya bangsa juga penguatan ideologi bangsa agar tidak mudah terpengaruh oleh budaya luar yang negatif, berpotensi dapat merusak tata nilai bangsa.
“Diperlukan upaya dan kesadaran bersama agar tidak ada lagi narasi narasi yang dapat memecah kesatuan berbangsa dan bernegara,” kata Yudho.
Menjawab masalah itu, dia menambahkan bahwa, setiap mahasiswa harus mampu menjadi intelektual yang mampu menelusuri sumber informasi atau data, mampu memilah informasi valid atau tidak valid, serta mampu menggunakan nalar dan akal sehat untuk memfilter informasi.
Hal itu, tambah dia, agar dapat terhindar dari mengkonsumsi maupun menjadi korban dari berita atau informasi hoax yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

