BOGOR (Lead.co.id) – Bulan Ramadhan menjadi salah satu bagian untuk tempat beribadah kepada Allah Subhanahu wa ta’ala sehingga harus terbebas dari segala bentuk kemaksiatan yang bisa merusak kesejukan.
Untuk itulah berbagai elemen umat muslim di Bogor menyerukan agar Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan pengawasan terhadap sejumlah indikasi kemaksiatan seperti peredaran minuman keras dan kembali bukanya tempat hiburan malam (THM).
Ketua gerakan pemuda Islam kota Bogor Bayu Novriandi mengungkapkan saat ini bulan Ramadan menjadi tamu agung bagi umat muslim yang harus disambut dengan gegap Gempita menjalankan ibadah dan menjauhi larangannya.
Dalam bulan Ramadan ini tentu harus ada optimalisasi gerakan mencegah kemaksiatan mulai dari melarang peredaran minuman keras melakukan penanganan terhadap tawuran hingga mencegah kembali bukanya tempat hiburan malam saat Ramadan.
Untuk itu pihaknya meminta agar Forum Komunikasi pimpinan daerah termasuk personil dan aparatur di dalamnya melakukan upaya untuk menjaga kesejukan Ramadan hingga masyarakat merasakan kedamaian dan kekhusuan dalam beribadah.
Insert 1
Sementara itu gerakan Pemuda Ansor kota Bogor juga menyerukan hal serupa.
Ketua gerakan Pemuda ansor kota Bogor Bustomi Menjelaskan sikap kaum muslimin terhadap kemaksiatan sangatlah jelas sehingga saat ini pengawasan dari semua elemen untuk membantu pemerintah dalam menciptakan kekhusukan selama bulan Ramadan haruslah berlangsung.
Untuk itu pihaknya juga akan bersama aparatur penegak hukum dalam memberikan peran nyata terhadap pengawasan jika ada indikasi kemaksiatan dengan melaporkan agar segera mendapat penanganan secara koridor aturan.
Dengan terjaganya kekhusukan dan kedamaian selama bulan Ramadan maka umat muslim dapat menjalankan ibadah dengan tenang tanpa terganggu hal yang bisa merusak ibadah sehingga bisa memaksimalkan pahala dari ibadah yang berlangsung di bulan penuh ampunan ini.

