Site icon LEAD.co.id

Inmemorial Sahabatku Apriman

Inmemorial, Sahabat, Apriman, Apendi Arsyad

Almarhum Apriman (kiri) [File: Apendi Arsyad, fhoto 2018]

Oleh: Apendi Arsyad

Innalillahi wainna illahi rojiun..
Saya dan keluarga turut berduka cita atas berpulang kerahmatullahnya Sahabatku yang baik hati, teman sekelas doeloe di SMPN Cerenti thn 1974-1976, yakni Sdr Apriman bin Suardiman di RSUD Arifin Ahmad Kota Pekanbaru Selasa sore ini tanggal 11 Mei 2021 bertepatan 29 Ramadhan 1442 H, beliau menghembuskan napas terakhir.

Kita doakan semoga arwah almarhum sahabat kita Apriman ditempatkan Allah SWT disisiNya yg terbaik yaitu di Syurgajannatunnaim bersama orang-2 sholeh, dan husnul.khotimah.

Saya buka WAG SOMPEC (WA kumpulan para tokoh perantau Cerenti se Indonesia) pada menjelang magrib, terbaca informasi yang mengejutkan bahwa Apriman sedang dirawat di RS karena tensi darahnya sangat tinggi sekali 250. Saya pun memanjatkan doa, semoga segala penyakit Sahabatku itu diangkat oleh Allah SWT dan kesehatannya bisa pulih kembali.

Tapi Allah ternyata berkehendak lain, lebih kurang 2 jam kemudian saya baca WAG keluarga The Arsyad Family, kemenakan saya Asnaldi Abbas SAg memberikan khabar duka bahwa Sahabatku Apriman sdh wafat meninggalkan kita menghadap Tuhannya Allah SWT. Dengan menerima berita duka ini kesedihanku semakin bertambah, mengenang kebaikan dab besarnya perhatian Sahabat ini semasa hidup terhadap saya.

Jujur saya berkata, walaupun kami jarang bertemu muka untuk mengobrol bersama, akan tetapi pembicaraan via telepon selalu kami lakukan. Selama ini inisiatif menelepon banyak dimulai dari.Sahabatku ini. Beliau menelponku tidak tentu, terkadang siang dan sore hari. Alm. Apriman jika menelponku selama bertanya apa khabar kawanku?, saya jawab alhamduillilah baik saudaraku Apriman.

Setelah itu kami larut berkomunikasi dan bercerita keadaan masing-2 tentang keluarga, dan juga cerita (update) tentang kawan-2 sesama sekolah doeloe seperti Emi Taher, Ridwan; Imi Orek, Ikat, Izal, bang Syafrizal, Syafriman, Rizal, Almiwati, Mazlan, Hadiri dan banyak lagi yang lain. Cukup.menyenangkan apabila membicarakan tentang sahabat kami doeloe yang tetap mukim di kampung ada pula berada di perantauan seperti saya dan almarhum, yang pernah mengisi ruang-2 perjalanan kehidupan kami. Kami asyik bernostalgia, harap maklum kami sdh berusia diatas 60an lansia, kecenderungan fitrahnya yg ngobrol-2 ringan tentang masa lalu. Itulah salah satu kegemaran sahabatku Apriman.
Perjalanan hidup saya dengan Sahabatku ini amat berbeda, saya gemar di musik sedangkan Apriman berbakat cukup menonjol di bidang olahraga Volly Ball.

Sepengetahuanku, almarhum semasa duduk di bangku SMPN Cerenti adalah pemain andalan dan favorit Volly ball. Fostur sahabatku ini agak atlestis dan jangkung, pukulan smesnya sangat keras dan akurat. Dengan bakatnya ini, almarhum meneruskan pendidikan lanjutan di Sekolah Guru Olahraga (SGO) di Kota Pekanbaru, sama kotanya denganku, tetapi aku melanjutkan pendidikan menengah atas di Sekolah Menengah Pembangunan Pertama (SMPP) Negeri No.49 Pku.

Setamat SMA, sahabatku Apriman menjadi guru olah raga di Pekanbaru, dan juga aktif juga sebagai pelatih atlik Riau untuk PON di KONI Pekanbaru. Sedangkan saya melanjutkan studi di Institut Pertanian Bogor (IPB) hingga bekerja dan berkeluarga serta mukim di kota Bogor menjadi dosen Universitas swasta, Universitas Djuanda di Bogor, menjadi konsultan dan aktifis Ormas-2 di Bogor hingga kini.

Almarhum Sahabatku Apriman ini tinggal di Pekanbaru sedangkan saya di Bogor, tapi hebatnya beliau tetap menjalin komunikasi denganku, berjalan baik. Saya merasa senang jika menerima telepon dari Sahabatku ini.
Karena jarak tempat tinggal berjauhan, kami amat jarang bersua muka, maka komunikasi lewat telepon ini bisa menutup kekurangan tersebut.

Menurut ingatanku, ada beberapa kali sempat kami bertemu muka (face to face) di kampung Cerenti, pada waktu liburan lebaran idul fitri, kebetulan sama-2 mudik ke kampung. Dan kami mengobrol di kedai kopi pasar Cerenti, dan silaturrahmi dengan sahabat kami sdri. Almiwati di desa Kampung baru Cerenti.

Pada kesempatan lain, juga pernah sahabatku ini mau menyempatkan diri bertemu saya di hotel di kota Pekanbaru, dimana tempat aku dan keluarga menginap, transit di Pku mau pulang ke Jakarta setelah pulang dari kampung berlibur dan atau acara pesta perkawinan
anggota keluarga di Cerenti.

Saya masih ingat lk 4-5 tahun lalu, sahabatku Apriman bersama kawan-2: Imi Taher, Syahrial dan Emi, semuanya teman sesama pelajar SMPN Cerenti datang bersilaturrahmi ke hotelku tempat menginap di Pekanbaru, malam itu kami mengobrol santai dan sepuasnya cerita masa lalu sambil menanyakan kondisi keluarga masing-2, sambil menikmati makanan-minuman seadanya di restoran hotel.

Senang sekali saya bertemu dengan teman-2 lama, rasanya diri ini merasa “muda” lagi dan hidup tetap bergairah diiringi rasa syukur kepada Allah SWT masih diberi usia panjang dan kesempatan bisa bertemu muka dengan teman-2 lama seperti sahabat Apriman dkk. Padahal waktu itu, kami “ceck-list” kawan-2 sudah ada juga yang telah wafat seperti alm.Syafriwandi bin Syafii, alm.Imi Orek, dll

Selain itu, saya mengakui kebaikan sahabatku alm.Apriman ini, semasa hidupnya beliau sangat rajin dan rutin menelpon saya sahabatnya di Bogor, walaupun sudah pensiunan dari guru dan menderita sakit struk pernah serangan jantung. Memang, beliau pernah mengkabarkan sebelum pensiun mendapat musibah terkena struk, dan sempat lama menjalani pemulihan kesehatannya.
Kira-2 jika tidak salah, 2-3 minggu lalu, Sahabatku Apriman masih menelpon aku, beliau mengkhabarkan baru pulang dari kampung Cerenti, dalam rangka menyelenggarakan pesta perkawinan anaknya yang kedua, sedangkan saya mengkhabarkan berita duka, baru pulang dari kampung bahwa ibu kandungku telah berpulang kerahmatullah tgl 24/2-2021 sempat beberapa hari berada di Cerenti. Waktu itu, saya mohon maaf kepadanya bahwa saya tidak bisa mampir ke rumah Apriman di daerah Goba Pekanbaru Riau, karena buru-2 waktu berada di bandara Susqa untuk pulang ke Jakarta dengan pesawat siang, dan kami saling memaklumi hal itu.

Begitulah akrabnya saya dengan almarhum Sahabatku Apriman bin Suhardiman, seorang guru olah raga yg baik, kini beliau telah tiada di tengah-2 kita. Sungguh, saya merasa kehilangan sahabat yang baik hati dan penuh perhatian ini. Saya hanya dapat berdoa semoga Allah SWT menempatkan arwah almarhum di Syurganya Allah bersama orang-2 sholeh dan husnul khotimah… Amiin-3 YRA.

Allahum maghfirlahu warhamhu Wa’afiniwa’fuanhu.. Selamat jalan Sahabatku dengan penuh kedamaian menuju keabadian semoga bahagia di alam sana.. Amiin..

Penulis adalah Pendiri-Dosen/Assosiate Professor pada prodi Agribisnis Universitas Djuanda Bogor, Konsultan K/L, Aktivis Ormas dan Pemerhati Sosial

Exit mobile version