Site icon LEAD.co.id

Interpretasi: Apakah Puisi itu?

Ace Sumanta, Bahasa Indonesia, Bahasa yang Benar

Oleh: Ace Sumanta

Puisi asal kata dari bahasa Yunani yaitu poiseis artinya penciptaan. Pada prinsipnya puisi itu sebagai karya sastra dengan bentuk bahasa yang indah, tersusun dan terkadang ditulis secara tipografi dan artifisial.

Puisi sebagai karya sastra mengandung makna yang beragam tergantung pada konteks tujuan kepenulisan. Penulis sejak di SMP kelas II atau kelas 8 kalau sekarang sejak tahun 1984. Sungguh sangat bahagia waktu itu karyanya selain dimuat di Mading juga dimuat di majalah anak-anak seperti Kuncung dan Bobo walaupun tidak ada honor menulis tapi bangga.

Guru Bahasa Indonesia sangat bangga juga dan tidak pernah marah. Sebab ibu guru “J” terkenal galak jika sedang mengajar. Buat saya malah sangat asyik dan termotivasi untuk pintar. Begitu sekilas saya paparkan.

Salah satu sastrawan terkenal Edgar Allan Poe mengatakan “puisi adalah kata sebagai kreasi keindahan yang berirama (the rhythmical creation of beauty). Hal itu dikutip oleh Prof. Dr. Henry Guntur Tarigan: 1984. Guntur Tarigan juga dosen penulis saat kuliah S-1 jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia dan Sastra.

Sangat menarik selain penulis dah biasa menulis dan dimuat di koran Ibu Kota dan daerah, juga mampu membacakan puisi dengan baik. Banyak pendapat lain soal puisi diantaranya puisi adalah bisa disertai dengan musik. Maka kini kita sebut musikalisasi puisi.

Para penulis sastra khususnya puisi di Indonesia diantaranya Chairil Anwar, Sutardji Zalshoum Bachri, WS. Rendra, Abdul Hadi WM, Taufiq Ismail, Sutan Takdir Alisjahbana hingga ke generasi penulis Ace Sumanta.

Maka dari itu dalam menulis karya membutuhkan waktu yang tenang, baik dan konsentrasi agar menghasilkan karya yang lebih baik. Sebab menulis merupakan pekerjaan tanpa keringat namun penuh konsentrasi.

Sangat senang saya penulis puisi sudah lebih 85 buku Antologi puisi bersama para penulis puisi Indonesia juga selebihnya menulis cerpen, novel, pantun, cerita rakyat, cerita anak hingga cerita dewasa berbasis agama.

Sering kali penulis pemula dalam menulis banyak menemukan kesulitan. Selain sulit mencari ide dan tema juga merasa kaku dalam mengurai Bahasanya. Itu wajar makanya diarahkan agar banyak membaca buku dan membaca karya orang lain sebagai pembanding dan tambahnya wawasan.

Maka, menurut Richard dalam Prof. Henry Guntur bahwa hakikat puisi terdiri dari:
a. Tema; makna (sense)
b. Rasa (feeling)
C. Nada (tone)
d. Amanat: tujuan; maksud (intention)

Penulis ambil contoh puisi karya Chairil Anwar. Puisi berjudul Doa.

Doa
Kepada Pemeluk Teguh

Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut nama-Mu
Biar susah sungguh
Mengingat Kau penuh seluruh

Cahyamu panas suci
tinggal kerdip lilin di kelam sunyi

Tuhanku
aku hilang bentuk
remuk

Tuhanku

aku mengembara di negeri asing

Tuhanku
di pintu-Mu aku mengetuk,
aku tidak bisa berpaling.

(Buku: Deru Campur Debu: hal: 14)

Kepada seluruh calon penulis bagi yang profesional adalah penyair harus terus mencoba menulis dan tidak boleh bosan.
Selamat mencoba.


Penulis adalah sastrawan dan budayawan tinggal di Bogor, Ketua Umum Yayasan Budaya Hanjuang Bodas dan Ketua Yayasan Sanggar Satya Citra Indonesia

Exit mobile version