Site icon LEAD.co.id

Kadisdik Kota Bogor: Program KBM Solusi Kurangi Tawuran Pelajar

Dinas Pendidikan, Kota Bogor, pelajar, valentine day

Kantor Dinas Pendidikan Kota Bogor

LEAD.co.id | Tawuran pelajar yang menjadi momok tidak bagus bagi Pemerintah Kota Bogor menjadi perhatian semua lapisan baik pemerintah, keamanan, sekolah hingga peran orangtua. Pasalnya di pertengahan 2018 lalu Kota Bogor mengdeklarasikan sekolah Ramah Anak yang di ikuti 71 sekolah.

Melalui wawancara esklusif dengan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, tawuran pelajar yang kerap terjadi di wilayah Bogor ini, di dominasi Sekolah Menenagah Kejuruan (SMK). Dari catatannya terdapat 20 dari 100 SMK yang menjadi langganan aksi tawuran pelajar.

Kadisdik Kota Bogor, Fahrudin menyampaikan hal ini bisa di siasati dengan program Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) karena dianggap menjadi hal penting dalam proses perkembangan karakter siswa, sekaligus penghalau siswa melakukan hal-hal negatif. Melalui KBM yang bagus, professional serta ini perhatian lebih dari guru akan membuat siswa lebih dihargai untuk mengeksplore diri di kegiatan positif.

“Para siswa biasanya ingin menunjukan eksistensinya, namun seringnya pengakuan itu didapatkan di basi-basis itu tadi. Ini menjadi perhatian kita bersama untuk membuat siswa mendapatkan pengakuan dilingkungan sekolah dengan KBM yang bagus,” sampainya (29/02/2019).

Orangtua pun memiliki peran paling penting dalam mengevaluasi anaknya sepulang menimba ilmu, hal tersebut dengan maksud untuk memotivasi agar terdapat perhatian lebih dari sisi keluarga. Pasalnya saat ini orangtua cenderung tidak memberikan ruang tersebut, sehingga menjadikan anaknya untuk mencari tempat berekspresi di luar rumah.

“Anak pasti akan mencari tempat baru yang menurutnya enjoy, nah dari sini mereka berkumun yang akhirnya membentuk kelompok. Ditambah fasilitas yang mereka cari tersedia dalam tempat tongkrongan tersebut,” jelasnya.

Pasca pertemuan antara pemerintah Kota Bogor dengan Kepala Sekolah di Ruang Sri Paseban Bima (27/01/2020) diharapkan menjadi sebuah langkah kongkrit untuk menanggulangi hal serupa dengan memberikan pembinaan, sweeping, hingga membentuk Peraturan Daerah tentang tawuran. (AP)

Exit mobile version