BOGOR (Lead.co.id) – Majelis Daerah (MD) Korps Alumni HMI (KAHMI) Bogor bersama FORHATI dan ICMI Bogor telah menggelar acara Halal Bihalal bersama di Agribusiness and Technology Park (ATP) IPB University, Dramaga, Bogor, pada Sabtu, 26 April 2025.
Dengan mengusung tema “Merajut Silaturahmi, Meneguhkan Peran Keumatan”, acara ini menjadi momentum penting untuk mempererat ukhuwah sekaligus memperteguh komitmen dalam berkontribusi terhadap kemaslahatan umat.
Kegiatan dimulai dengan sambutan dari Firmansyah, perwakilan panitia serta bidang dakwah dan komunikasi ummat MD KAHMI Bogor.
“Panitia mengucapkan terimakasih kepada para pihak yang turut mensukseskan kegiatan ini. Silaturahmi merupakan modal utama penggerak kahmi, forhati, dan icmi oleh karena itu kegiatan halal bihalal ini penting untuk memperkuat persaudaraan” ungkap Firman dalam laporannya.
Dr. Heti Mulyati, selaku presidium MD KAHMI Bogor, juga menegaskan tujuan utama dari kegiatan ini. “Tujuan kita di sini sesuai dengan tema kita hari ini yaitu ‘Merajut Silaturahmi, Meneguhkan Peran Keumatan’ di mana sekarang kita bisa berkumpul langsung tiga organisasi sekaligus untuk bersilaturahmi dan meneguhkan peran kita untuk kemaslahatan umat,” ujar Bu Heti dalam sambutannya.
Sementara itu, Prof. Dr. Arif Satria, M.Si., Ketua Umum MPP ICMI sekaligus Ketua Dewan Penasehat KAHMI Bogor, juga memberikan sambutan yang menggugah. Beliau mengingatkan tentang pentingnya kepedulian terhadap ekologi dalam ajaran Islam.
“Agama Islam adalah agama yang paling banyak membahas soal ekologi. Dalam Islam, pertanian juga dibahas melalui Al-Qur’an, maka dari itu agama kita adalah agama paling lengkap dibandingkan dengan yang lain. Setelah satu bulan berpuasa dan meraih hari kemenangan, maka tidak hanya kesalehan personal yang harus kita bangun, tetapi juga kesalehan sosial, termasuk kepedulian terhadap ekologi dan lingkungan,” ujar Prof. Arif.
Acara Halal Bihalal semakin khidmat dengan tausiyah dari Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc., Rektor Universitas Muhammadiyah Bandung. Dalam tausiyahnya, Prof. Herry menekankan pentingnya keseimbangan dalam kehidupan beragama.
“Di dalam Islam, kita harus selalu menjaga keseimbangan. Itulah sebabnya ada siang untuk saum dan malam untuk berbuka, ada waktu untuk shalat dan waktu untuk istirahat. Jangan sampai kita meninggalkan salah satu untuk memperkuat yang lainnya, kita harus seimbang,” pesan Prof. Herry.
Acara yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 13.00 WIB ini dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan, memperlihatkan semangat bersama dalam mempererat silaturahmi dan memperkuat komitmen keumatan.

