LEAD.co.id | Para Mahasiswa menyegel kampus Institut STIAMI Bekasi karena tidak bisa memberikan kebijakan yang solutif bagi mahasiswa di tengah krisis ekonomi seperti saat ini. Penyegelan oleh Aliansi Mahasiswa Institut STIAMI Bekasi ini dilakukan pada hari Jumat, 11 September 2020.
Par mahasiswa menyegel kampus menggunakan beberapa spanduk ukuran yang dipasang di gerbang kampus STIAMI Bekasi. Hal itu dilakukan sebagai bentuk ptotes terhadap proses pembelajaran online yang dianggap kurang maksimal, dan pembayaran kuliah secara total yang memberatkan Mahasiswa.
“Apalagi tak adanya kebijakan yang meringankan mahasiswanya di tengah masa Pandemi covid 19 ini,” ujar Adhwan Ardiansyah, Demisioner Presiden Mahasiswa (Presma) BEM KM Institut STIAMI melalui keterangan pers, Sabtu (12/9/2020).
Seharusnya, kata dia, kampus mampu memberikan kebijakan solutif, terlebih di masa seperti sekarang ini, dimana semua pihak sedang berada di titik terlemahnya. Karenannya, dia berharap adanya dialog untuk memdapatkan solusi yang bijak bagi semua pihak.
“Harapan mahasiswa akan adanya dialog tentang permasalahan ini dan dikeluarkannya kebijakan yang solutif bagi semua pihak,” pungkas Adhwan.

