BOGOR (Lead.co.id) – Karang Taruna Kecamatan Bogor Selatan mengelar Seni Budaya Sunda dengan tema “Jembar Asih Nonoman Bogor Selatan, Dina Raraga Nyukcruk Galur Kapungkir Mapay Laratan Katukang”, di Jalan Batu Tulis, pada Jumat, 18 Maret 2022.
Kegiatan itu menjadi salah satu terobosan bagi organisasi kepemudaan untuk menyuarakan budaya Sunda yang mulai pudar. Oleh karena itu, pihaknya mengkampanyekan kembali budaya tersebut.
“Untuk menjaga dan melestarikan kebudayaan Sunda, dan salah satu terobosan buat pemuda Bogor, khususnya pemuda Bogor Selatan, dan kami tidak ingin budaya Sunda itu hanya sebuah cerita,” kata Ketua Karang Taruna Bogor Selatan, Amirudin R Ningrat.
Menurutnya, saat ini sudah banyak budaya luar yang masuk ke Bogor, apalagi saat ini, budaya Sunda secara pelan-pelan sudah terkikis dengan budaya luar,” sejarah Bogor sangat luas, kalau mengaku warga Bogor, baheula aya suku Sunda tapi jelamana kamana (Dulu ada suku Sunda, tapi orangnya kemana),” ujar dia.
Ia mengatakan, ada satu cerita sebuah film saur sepuh, yang artinya sepuh jangan dilupakan, dan Sunda ini wiwitan awal. Meski demikian, pemuda pemudi harus menjaga budaya Sunda.
“Kami mengajak pemuda pemudi khususnya warga Kecamatan Bogor Selatan, mari kita lestarikan budaya Sunda, dan jangan malu untuk mengucapkan sampurasun dan rampes,” kata dia.
Banyak kesenian Sunda yang terlupakan oleh warga, misalnya musik kecapi, dan masih banyak kesenian-kesenian Sunda, apalagi kujang yang merupakan senjata khas warga Sunda.
“Rencana kami akan mengelar dua Minggu sekali untuk kegiatan kesenian budaya Sunda. Kalau berkaitan dengan klenik dan sebagainya kita ‘kebelakangin’ dulu, yang terpenting warga harus mencintai budaya Sunda dulu,” jelas dia.
Ia berharap, kegiatan kesenian budaya Sunda, harus adanya dukungan dari Pemerintah Kota Bogor, dirinya dengan warga yang terlibat para kesepuhan budaya Sunda bisa terus menjaga kelestarian budaya Sunda.

