BOGOR (Lead.co.id) – DPD Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Kabupaten Bogor menyoroti kelangkaan hingga tingginya harga minyak goreng kemasan Minyakita akibat sistem penjualan yang dikendalikan oleh para distributor.
Selain kelangkaan Minyakita, harga HET Rp 14.000 belum juga mencapai target, para pedagang menjual harga minyak kita di angka kisaran Rp 17.000 karena sistem pembelian dari distributor.
“Minyakita dijual secara paket dibarengi dengan barang lain yang belum laku, seperti sabun dan lainnya, otomatis pedagang tidak mau,” kata ketua DPD IKAPPI Kabupaten Bogor, Tigar Sugiri saat di kawasan Pemda Cibinong, pada Senin (13/2/2023).
Saat ini, Kementerian Perdagangan telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2023 tentang Pedoman Penjualan Minyak Goreng Rakyat. Dalam SE tersebut tertulis bahwa Minyakita dilarang untuk dijual secara bundling.
Menurut Tigar, Surat Edaran dari pemerintah itu bertujuan untuk memastikan ketersediaan dan stabilisasi harga minyak goreng rakyat. Aturan tersebut harus dipatuhi oleh produsen, distributor, hingga pengecer.
Di sisi lain Penjualan minyak goreng rakyat oleh pengecer kepada konsumen paling banyak 10 kg per orang per hari (untuk minyak goreng curah), dan 2 liter per orang per hari untuk minyak goreng kemasan Minyakita.
“Sesuai aturan dari kementrian sudah jelas, tinggal bagaimana pengawasan dari kementerian dan pemerintah daerah. Jangan sampai terjadi kepanikan dari masyarakat seperti sebelumnya,” kata Tigar.
Untuk itu, dirinya mendukung adanya rencana lembaga Badan Pangan Nasional untuk memastikan ID Food yang akan mendistribusikan minyak ke titik-titik pangan di seluruh Indonesia. Tercatat kurang lebih ada sekitar 29 juta liter minyak yang akan didistribusikan, baik curah maupun kemasan.
Tigar juga meminta kepada Pemerintah Kabupaten Bogor untuk bersama-sama mengawasi rencana baik tersebut dan melakukan inspeksi mendadak (Sidak) terhadap para distributor nakal di tengah politik serta mendekati bulan Ramadhan.
“Jangan sampai pedagang pasar selaku penyangga ekonomi terkena dampak terus menerus,” tutup Tigar.

