BOGOR (Lead.co.id) – Kementerian Pertanian (Kementan) telah melakukan Pendampingan Sekolah Lapang di Gapoktan Sukaresmi Tani Mandiri, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, pada tanggal 11, 13, 16, 17, dan 25 Oktober 2023.
Peserta kegiatan ini adalah para petani yang tergabung dalam kelompok tani Sukaresmi Tani Mandiri, dimana dalam kepesertaannya terlibat juga kelompok wanita tani. Sesuai dengan tema Sekolah Lapang yakni Good Handling Practice atau praktik penanganan pasca panen yang baik dan benar pada tanaman hortikultura.
Sekolah lapang dipandang sebagai salah satu metode dalam proses belajar mengajar yang cukup efektif bagi petani karena merupakan metode pembelajaran non-formal bagi orang dewasa (Andragogi).
Dalam kegiatan Sekolah Lapang ini, para petani dipandu untuk menemukan masalah pada usaha taninya dan didiskusikan dengan para penyuluh pertanian BPP Wilayah VII Ciawi selaku pendamping kegiatan Sekolah Lapang.
Pertemuan pertama dalam Sekolah Lapang ini dipandu oleh Distanhorbun (Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan) dan para PPL dari BPP Wilayah VII Ciawi.
Budi Hermawan, S.Pt, Lusi Oktaviani S.Pt dan Ibu Hikmah Adnin, S.ST selaku PPL memberikan materi mengenai diskusi kelompok tentang bagaimana alur penjualan dan pembuatan denah bangsal. Kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan denah bangsal oleh peserta Sekolah Lapang yang didampingi oleh mahasiswa Sekolah Vokasi IPB.
Pada pertemuan kedua, Hikmah Adnin S.ST, Tirya Nugraha S.Pt., Refi Wulaningsih, A.Md, dan Dewi Lestari S.TP selaku PPL memberikan materi mengenai Cara Pemananenan hingga Sortasi. Kemudian para peserta melakukan praktik langsung pemanenan cabai di lahan KWT Jaya Mandiri dilanjut dengan praktik sortasi yang didampingi oleh Mahasiswa Sekolah Vokasi IPB.
Pada pertemuan ketiga, Ahmad Suryadi, S.Pt, Zulkifli Hamzah A.Md, dan Atik Ansuryani, SP selaku PPL memberikan materi mengenai Sortasi, Grading, dan Packing. Kemudian para peserta melakukan praktik langsung mengenai Sortasi, Grading, dan Packing pada hasil panen tanaman hortikultura di bangsal Gapoktan Sukaresmi Tani Mandiri didampingi oleh Mahasiswa Sekolah Vokasi IPB.
Pada pertemuan terakhir, PPL Hikmah Adnin S.ST memberikan post test guna mengetahui seberapa jauh pengetahuan petani terhadap materi sekolah lapang yang telah diberikan yang juga didampingi oleh Mahasiswa Sekolah Vokasi IPB.
Dalam sekolah lapang ini petani mendapatkan banyak pengalaman, ilmu dan keterampilan serta inovasi baru dalam berusaha tani yang lebih maju, mandiri dan modern. Materi yang diberikan adalah tentang penanganan pasca panen.
Setelah pemberian materi secara teoritis peserta diajak untuk praktek mengenai cara pemanenan hasil tanaman, cara sortasi, grading, dan packing, dan banyak hal yang telah kami dapat untuk bekal kami dalam berusaha tani menuju pertanian yang maju, mandiri dan modern kedepannya.
SL GHP merupakan wadah pembelajaran di lapangan yang akan dipraktekkan oleh petani untuk keberlanjutan kegiatan pertanian yang telah dilakukan Mira Afriati, S.TP., M.M





