LUMAJANG (LEAD.co.id) – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Suharyanto meninjau pembangunan Hunian Sementara (Huntara) dan Hunian Tetap (Huntap) bagi korban Erupsi Semeru, di Lumajang, pada Kamis (13/1/2022).
Pada kesempatan itu, Suharyanto meminta Bupati Lumajang agar pembangunan Huntara bisa diselesaikan segera untuk dimanfaatkan masyarakat. Selain itu, dia juga meminta pembangunan Huntap dapat berjalan beriringan.
“Huntara bisa berkoordinasi dengan LSM, kalau huntap ini tanggung jawab pemerintah jangan sampai warga menunggu terlalu lama,” tegas Suharyanto.
Bupati Lumajang, Thoriqul Haq menyampaikan bahwa, pembangunan Huntara ditargetkan selesai dalam satu bulan, sedangkan Huntap yang akan dilaksanakan oleh Kementerian PUPR ditargetkan selesai sebelum fase transisi darurat berakhir.
Plt Kepala Pusdatinkom BNPB, Abdul Muhari menyebutkan, sebanyak 1.473 hunian sementara dan hunian tetap bagi warga terdampak Erupsi Semeru itu rencananya akan dibangun di lahan seluas 81 hektar di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.
Tampak satu rumah yang akan menjadi acuan bangunan untuk Huntara bagi donatur yang akan membangun. Hingga saat ini, tidak kurang dari 40 lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang sudah menyatakan komitmen untuk membangun huntara di Sumbermujur.
Huntara yang akan dibangun berukuran 4.8 M X 6 M, sedangkan untuk hunian tetap nanti berukuran 6 X 6 M. Hunian tersebut dibangun pada tanah seluas 10 X 14 M untuk setiap kepala keluarga (KK).
Dalam kesempatan ini, Suharyanto juga menekankan agar fasilitas dasar seperti akses air dan keamanan warga penghuni Huntara nantinya dapat benar-benar terpenuhi.
Selain bangunan, di kawasan relokasi ini juga akan dibangun fasilitas lain untuk mengakomodasi kegiatan sehari-hari warga di antaranya Masjid, Taman, Pasar, dan Sarana Olahraga.
Sesuai Surat Keputusan Bupati Lumajang Nomor 188.45/556/427.12/2021 tentang Penetapan status transisi darurat ke pemulihan bencana Erupsi Gunung Semeru selama 90 hari berlaku mukai tanggal 25 Desember 2021 hingga 24 Maret 2022.
Reporter: Jhonie
Editor: Aru Prayogi
Sumber: Pusdatinkom BNPB

